Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 10 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Hitekno.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah mengumumkan rencana untuk memblokir aplikasi TikTok dari negaranya. 

Rencana pemblokiran aplikasi TikTok ini disebutkan demi keamanan nasional.

"Selama menyangkut TikTok, kami melarang mereka beroperasi di Amerika Serikat," kata Donald Trump seperti dikutip dari Indy100, Senin (10/8/2020).

Bahkan, Presiden AS mengatakan, dia dapat menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan aturan ini.

Di sisi lain, Donald Trump juga mendorong Microsoft membeli aplikasi dari China tersebut.

Perusahaan teknologi asal AS tersebut secara terbuka menyatakan berminat untuk mengakuisisi TikTok.

Namun upayanya dalam melarang penggunaan TikTok di Negeri Paman Sam, rupanya mendapatkan penolakan dari sebagian remaja AS.

Ilustrasi TikTok. (Pixabay/kantonbe)

 

Dalam beberapa bulan terakhir, remaja AS telah saling memobilisasi agar tidak memilih Trump pada pemilihan Presiden AS mendatang.

Tak hanya para remaja di negara tersebut, ada pula komedian Sarah Cooper yang menunjukkan ketidakpatuhannya dengan memparodikan Donald Trump di aplikasi TikTok.

Seandainya larangan penggunaan TikTok di AS diubah menjadi undang-undang, kaum milenial di negara tersebut diklaim punya trik mengakalinya.

Beberapa orang berpendapat bahwa meskipun Donald Trump berhasil melarang TikTok di Amerika Serikat, pengguna masih dapat menggunakan aplikasi dengan bantuan jaringan pribadi virtual alias VPN dari HP mereka.

Masih begitu belum diketahui apakah metode ini benar-benar memungkinkan pengguna di AS untuk terus menggunakan aplikasi TikTok atau tidak.

Itulah penolakan remaja AS pada keputusan Donald Trump untuk memblokir aplikasi TikTok. Meski dengan alasan keamanan nasional, namun tetap banyak menolaknya. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

BACA SELANJUTNYA

Beredar Aplikasi TikTok Pro Palsu, Pengguna Android Harus Waspada!