Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 04 Agustus 2020 | 07:00 WIB

Hitekno.com - Microsoft berambisi untuk mengakuisisi aplikasi TikTok. Upaya perusahaan tersebut pun mendapatkan dukungan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden AS ini mendukung langkah Microsoft untuk mengakui sisi layanan berbagi video asal China ini.

Dalam sebuah pembicaraan yang berlangsung Minggu (2/8/2020), orang nomor satu di AS itu memberikan tenggang waktu selama 45 hari kepada ByteDance, selaku induk perusahaan TikTok, untuk 'menyerahkan' aplikasi video singkat terpopuler sedunia itu.

Secara terpisah, Microsoft mengaku akan menjalankan misi tersebut dalam waktu yang sudah disiapkan. Konon, perusahaan yang dipimpin oleh Satya Nadella ini, dijadwalkan akan bertemu dengan ByteDance pada 15 September mendatang.

"Selama proses ini, Microsoft berharap untuk melanjutkan dialog dengan Pemerintah Amerika Serikat, termasuk dengan Presiden," tulis Microsoft dalam blog resminya, seperti dikutip dari New York Post, Senin (3/8/2020).

Nantinya, negosiasi antara kedua perusahaan akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat. Pasalnya, komite tersebut punya kewenangan untuk memblokir atau mengesahkan perjanjian bisnis apa pun.

Sebelumnya, TikTok telah menjadi subyek pengawasan dari pejabat publik AS atas kekhawatiran pemerintah China, yang menggunakan aplikasi tersebut untuk menyerap informasi terkait data pengguna.

Ilustrasi aplikasi TikTok. (pixabay.com/antonbe/13 images)

 

Pekan lalu, Donald Trump sempat mengungkapkan rencananya untuk melarang operasional aplikasi TikTok di wilayah teritorial AS.

"Sejauh ini, kami melarang mereka (TikTok) dari Amerika Serikat," ujarnya.

Meski begitu, TikTok menegaskan, tidak pernah memberikan data pengguna ke China dan tidak akan melakukan permintaan tersebut.

"Tidak ada prioritas yang lebih tinggi daripada menawarkan pengalaman aplikasi yang aman dan melindungi privasi pengguna kami," ujar juru bicara TikTok.

Terkait pembelian TikTok, Microsoft mengatakan dalam blog perusahaan bahwa proposal akuisisi juga mencakup pembelian layanan TikTok di luar AS, seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Itulah dukungan Donald Trump kepada Microsoft untuk mengakuisisi TikTok dari China. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

BACA SELANJUTNYA

TikTok Bermasalah, Pengguna Harian Aplikasi Dauyin Meningkat 50 Persen