Rabu, 28 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 26 Juli 2020 | 16:00 WIB

Hitekno.com - Sempat beredar kabar Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud menjalani perawatan karena penyakit kantong empedu. Bahkan diklaim Raja Salman telah meninggal dunia.

Klaim tersebut beredar di sosial media Facebook yang diunggah oleh akun Reza Fauzan dengan narasi sebagai berikut:

"~ BERITA YANG SANGAT AMAT DIRAHASIAKAN (MOST OFF RECORD)!!!
{Akhirnya nggak sia2 begadang demi menanti info ini sejak malam & ba’da subuh 05:01 wib barulah info ane dapatkan!}
Dikabarkan Raja Salman telah meninggal dan terindikasikan keracunan beberapa jam yang lalu!
Para pengawas politik takut akan terjadinya pertumpahan darah di dalam keluarga Saud dalam mempersoalkan kematian Raja ataupun perebutan kekuasaan.
Bahkan bisa mengakibatkan terjadi dua kemungkinan… Kudeta+Chaos dan boleh jadi akan terjadi bangkitnya revolusi rakyat Hijaz!
Berita bocoran atas mangkatnya Raja Salman dikarenakan kopi beracun . Saat ini ada 300’an Amir-amir dan para pangeran lainnya ditahan dibawa ketempat yg dirahasiakan! Sebagiannya lagi mendapatkan tahanan rumah! Angkatan darat, laut & udara dalam keadaan siap siaga penuh! Tentara militer saudi beserta pasukan-pasukan khusus mulai tersebar ditempat komando militernya masing-masing.
NB: Info ini kami dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya! Semoga berita ini fix benar adanya… Agar Bangsa dan Rakyat Yaman tak lagi terdzalimi! The last… Smoga ane ga kena banned lagi!"

Cek fakta: Benarkah Raja Salman meninggal dunia? (Turnbackhoax.id)

Lalu benarkah Raja Salman telah meninggal karena keracunan kopi?

Penjelasan

Mengutip hasil cek fakta dari Turnbackhoax.id -jaringan Suara.com, kabar yang menyatakan bahwa Raja Salman telah meninggal adalah kabar yang salah.

Faktanya, Raja Salman masuk rumah sakit bukan karena keracunan kopi melainkan untuk menjalani sejumlah tes terkait kolesistitis atau peradangan pada kantong empedu.

Kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa pada tanggal 20 Juli 2020 pukul 05:29 waktu setempat, Raja Salman mendatangi rumah sakit untuk mendapat perawatan dan tes terkait penyakitnya

Kemudian siang harinya pukul 12:35, Raja Salman dilaporkan masih beraktivitas seperti biasa. Ia bahkan memberi selamat kepada Raja Belgia, Philippe, untuk Hari Nasional Belgia.

Sedangkan pada malam harinya, Raja Salman juga sempat menerima telepon dari Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabar, juga telepon dari Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa.

Keesokan harinya, Selasa 21 Juli 2020 pukul 17.21 waktu setempat, SPA melaporkan Raja Salman menerima telepon dari Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Mereka semua berharap kesehatan Raja Salman kembali membaik.

SPA kembali melaporkan pada pukul 23.57 waktu setempat, Raja Salman menerima telepon dari Pangeran Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Raja Salman menerima pesan yang sama dari telepon raja dan kepala negara sebelumnya.

Bahkan pada Rabu dini hari, 22 Juli 2020, pukul 00.44, SPA melaporkan Raja Salman menggelar rapat kabinet secara virtual dari sebuah kantor di Rumah Sakit Spesalis King Faisal di Riyadh. Rapat itu digelar pada Selasa 21 Juli 2020.

Kesimpulan

Hasil cek fakta pada klaim yang menyebut bahwa Raja Salman meninggal dunia akibat keracunan kopi adalah klaim yang salah. Klaim tersebut masuk dalam hoaks kategori konten yang menyesatkan. (Suara.com/ Farah Nabilla).

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah 15 Juta Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji?