Minggu, 09 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 23 Juli 2020 | 09:30 WIB

Hitekno.com - Sempat ramai tidak adanya nama negara Palestina di Google Maps. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun memberikan tanggapannya.

Dalam wawancara pada Selasa (22/7/2020), Menlu Retno Marsudi mengatakan seharusnya negara Palestina ada dalam peta digital milik Google tersebut.

"Harusnya ada," tegas Menlu Retno Marsudi singkat saat ditanya soal tidak adanya Palestina di Google Maps.

Saat ditanya lebih lanjut soal alasannya, Retno Marsudi mengatakan Palestina memiliki hak yang sama dengan negara lain di dunia untuk eksis.

"Tidak ada hak orang lain, siapa pun dia, untuk begitu saja menghapus hak eksistensi Palestina. Indoneia termasuk satu dari banyak negara yang akan terus membela eksistensi Palestina," imbuhnya.

Menlu Retno Marsudi sendiri dalam wawancara itu tak mengomentari kebijakan Google yang tak mengakui Palestina tersebut.

Sebelumnya isu tidak adanya peta Palestina di Google Maps mencuat beberapa hari terakhir. Dalam peta digital Google itu hanya terlihat area Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Israel.

Ilustrasi Google Maps. (Pixabay/deepanker70)

 

Google sendiri membantah telah menghapus Palestina dari Google Maps. Menurut perusahaan asal Amerika Serikat itu, pihaknya sejak awal memang tidak pernah mencantumkan nama Palestina dalam Google Maps.

Google tampaknya mengikuti kebijakan luar negeri AS yang tidak mengakui keberadaan negara Palestina. Sehingga tidak ada negara tersebut dalam peta digital miliknya.

Pemerintah AS bersama beberapa sekutunya tidak mengakui Palestina dan hanya mengakui Israel. Di lain sisi, telah ada 138 negara di dunia yang mengakui negara Palestina.

Itulah tanggapan Menlu Retno Marsudi ketika ditanya soal tidak adanya Palestina di Google Maps. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

Cara Menandai Rumah di Google Maps, Mudah dan Praktis