Rabu, 12 Agustus 2020
Dinar Surya Oktarini : Rabu, 22 Juli 2020 | 15:30 WIB

Hitekno.com - Kasus pembobolan Twitter yang menyeret akun-akun terkenal seperti Bill Gates, Barack Obama, hingga Elon Musk yang mengiklankan bitcoin.

Hacker pembobol Twitter diketahui masih sempat meraup keuntungan dari transaksi Bitcoin, karena dalam cuitan yang ditulis para hacker tersebut

Diketahui hacker tersebut meraup 280 ribu AS atau sekitar Rp 4,1 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Coinbase yang merupakan platform jual-beli Cryptocurrency.

Dilansir dari The Verge, Coinbase menghentikan pelanggan yang mengirim Bitcoin ke hacker dengan nominal hampir Rp 4,1 miliar.

Ilustrasi Twitter. (Unsplash/ Yucel Moran)

 

Coinbase menghentikan transaksi tersebut, pasalnya pelanggan diketahui mentrasfer Bitcoin pada hacker yang dimasukkan ke daftar hitam.

Juru bicara Coinbase mengatakan jika ia memperhatikan terjadinya scam dan memblokir transaksi dalam beberapa menit saat pembobolan di Twitter terjadi.

Hingga kini pihak Twitter masih terus melakukan penyelidikan, diketahui bahwa 130 akun menjadi sasaran para peretas yang masuk ke akun untuk mencuitkan iklan bitcoin.

Coinbase sendiri menyebutkan adanya 14 penggunanya yang mengirim Bitcoin senilai Rp 44 jutaan ke alamat hacker.

Terkait kasus pembobolan ini Twitter bekerja sama dengan The US Federal Bureu of Investigation (FBI).

FBI prihatin bahwa peretasan yang diekspos ini membuat sistem keamanan Twitter dapat menimbulkan masalah yang serius.

Dilansir dari The Verge, bahwa ia sedang berkomunikasi dengan FBI mengenai penyelidikannya dan bermaksud bekerja sama sepenuhnya.

Serangan peretasan tersebut menyebabkan kekhawatiran serius mengenai keamanan data dan platform seperti Twitter dapat merusak debat publik.

Pasalnya peretasan tersebut melibatkan akun-akun orang-orang terkenal seperti Bill Gates, Barack Obama, Elon Musk Jeff Bezos hingga banyak lagi.

BACA SELANJUTNYA

1.000 Karyawan Twitter dapat Mengakses Akun yang Diretas