Rabu, 12 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 22 Juli 2020 | 09:30 WIB

Hitekno.com - Internet bukan tempat yang aman bagi mereka pengguna baru, termasuk anak-anak. Jangan sampai anak menjadi korban phishing yang bertebaran di internet.

Phishing adalah upaya untuk mencuri informasi pribadi dengan berpura-pura menjadi orang yang kamu percayai melalui email hingga pesan online.

Hal ini bisa dicegah dan diajarkan cara pencegahnnya pada anak agar tidak menjadi korban phishing.

Anak memang rentan menjadi korban phishing saat ini, karena sebagian besar kegiatan belajar kini bergeser ke dunia maya alias internet.

Menurut Aldrich Christopher dari Trust & Safety, Google Asia Pasific, demikian diwartakan Suara.com, Selasa (21/7/2020), salah satu cara untuk menjauhkan anak dari phishing adalah dengan memeriksa kredibilitas situs.

Sebelum mengklik tautan, link, atau memasukkan sandi di situs, periksa apakah URL di situsnya sama dengan nama dan informasi perusahaan atau produk yang dicari.

Kedua, kata Christopher yang berbicara dalam webinar Tangkas Berinternet, ajarkan anak menggunakan situs yang aman, salah satunya memastikan URL situs dimulai dengan "https://" dengan ikon gembok.

Ilustrasi phising. [Shutterstock]

 

Ketiga, ajarkan anak jangan mudah tertipu scam. Ciri scam antara lain isinya menawarkan sesuatu atau keuntungan yang tidak masuk akal, misalnya peluang untuk menghasilkan banyak uang.

Keempat, ingatkan anak situs atau iklan tidak dapat mengetahui apakah ada masalah pada perangkatnya. Scam dapat mencoba menipu untuk mengunggah malware atau software yang tidak diinginkan dengan memberi tahu Anda ada masalah di perangkat.

Kelima, semua orang bisa tertipu scam di internet. Ingatkan anak untuk segera memberi tahu Anda, guru atau orang dewasa lainnya yang dia percayai dan segera ubah sandi akun.

Khusus untuk pembuatan sandi yang kuat, sebaiknya ajarkan anak tidak menggunakan informasi pribadi. Ajari mereka membuat kata sandi minimal delapan karakter dengan kombinasi angka, simbol, huruf besar dan kecil atau frasa sandi lalu mengambil inisial dan harus mudah diingat.

Aldrich juga mengingatkan, ada serangan phishing yang jelas-jelas palsu namun adapula yang tindakannya terlihat sangat meyakinkan.

"Lihat apa yang diminta, kalau informasi pribadi, harus curiga. Tipsnya, lihat apa email terlihat profesional, ada logo, kesalahan eja. Lalu URL apakah sudah pakai "https://", ada pop-up berisi spam?," tutup dia.

Itulah tips untuk mengajarkan anak terhindar dari phising yang banyak bertebaran dan membahayakan di internet. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

Demi Anak Belajar Online, Ayah Nekat Mencuri HP