Minggu, 09 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Jum'at, 17 Juli 2020 | 13:41 WIB

Hitekno.com - Selama masa pandemi, transaksi harian ecommerce mengalami pelonjakan yang signifikan. Hal ini diikuti pula dengan peningkatan minat masyarakat pada kredit digital.

Kemudahan berbelanja online selama pandemi membuat ecommerce semakin populer menjadi pilihan berbelanja masyarakat.

Lantas metode pembayaran yang dapat diakses secara cepat, aman, dan nyaman untuk berbelanja secara online menjadi semakin penting.

Lebih lanjut, platform kredit digital juga semakin menjadi populer dalam beberapa tahun belakangan sebagai metode pembayaran di ecommerce, karena kehadiran pembayaran fleksibel secara berkala yang ditawarkan dibandingkan metode pembayaran lainnya.

Platform kredit digital juga menghadirkan berbagai kemudahan, seperti memanfaatkan teknologi e-KYC untuk mempermudah proses kredit dengan proses pengajuan, verifikasi data, hingga persetujuan yang tanpa hambatan.

Salah satu platform kredit digital yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Kredivo, menjelaskan bahwa inovasi dan kemudahan yang ditawarkan menjadi kunci dalam penetrasi kredit digital sebagai metode pembayaran terdepan di ecommerce, terutama selama masa pandemi ini.

Hal ini juga mendorong tingkat kepercayaan konsumen pada industri ecommerce, dimana transaksi harian di ecommerce dilaporkan melonjak sebanyak 26 persen selama pandemi.

Aplikasi Kredivo. (dok. Kredivo)

 

Selain itu, data internal Kredivo juga mencatat peningkatan cukup stabil terhadap jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi di ecommerce hingga 42 persen selama masa pandemi (periode Februari hingga Juni 2020) dibandingkan jumlah pengguna aktif Kredivo di akhir bulan Januari 2020.

"Penetrasi kredit yang masih tergolong rendah di Indonesia menjadi salah satu faktor terbatasnya fleksibilitas pembayaran secara berkala bagi konsumen saat bertransaksi di ecommerce. Oleh karena itu, Kredivo telah bermitra dengan hampir semua merchant, termasuk berbagai ecommerce dan marketplace terkemuka di Indonesia, untuk memberikan fleksibilitas pembayaran secara berkala yang praktis dan aman. Kemudahan, keamanan, serta fleksibilitas yang kami tawarkan, semakin mendorong pemanfaatan kredit digital di ecommerce dan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk bertransaksi secara digital, terutama di tengah masa sulit saat ini," ungkap Lily Suriani, General Manager Kredivo.

Hal ini sejalan dengan laporan Konsultan Global McKinsey yang menunjukkan terjadinya peningkatan pembayaran tanpa kontak (contactless payment) sebesar 26 persen di Indonesia selama bulan Juni 2020, sementara itu metode pembayaran lainnya seperti cash dan penggunaan kartu debit/ kredit mengalami penurunan.

Hal ini salah satunya karena berkurangnya risiko belanja tatap muka dan penggunaan uang tunai saat bertransaksi. Kemudahan ini tergambar di survey Facebook, Bain & The Company di Indonesia dan 4 negara Asia Tenggara lainnya, dimana terjadi peningkatan konsumen baru (first adopter) yakni sebesar 28 persen yang mencoba aplikasi e-commerce untuk pertama kalinya.

Kredivo juga menerapkan teknologi verifikasi data dan pendeteksi penipuan melalui sistem manajemen risiko industri yang mampu mencapai metrik risiko setaraf bank.

Berbagai inovasi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan industri e-commerce yang diproyeksikan terus tumbuh meski berada di tengah masa pandemi ini.

Selain itu, memahami perilaku konsumen, baik sebelum maupun sesudah pandemi, juga menjadi sangat penting untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi tepat yang menjawab kebutuhan serta pain points konsumen.

"Inovasi yang memberikan akses kredit digital yang nyaman dan aman menjadi solusi bagi masyarakat untuk bertransaksi di ecommerce, terlebih di tengah pandemi ini karena pengguna tidak perlu bertatap muka atau keluar dari rumah untuk mengajukan aplikasi kredit. Kemudahan tersebut juga diwujudkan melalui salah satu fitur unggulan Kredivo, Zero-click Checkout, yang memungkinkan pengguna untuk membeli barang di ecommerce secara instan tanpa perlu login atau pindah ke aplikasi lain," jelas Lily.

Di sisi lain, berbagai kemudahan yang dihadirkan dari transaksi secara digital juga terus menuntut masyarakat untuk dapat mengatur keuangan dengan lebih cermat.

"Memahami perilaku konsumen bukan hanya menjadi kunci untuk terus berinovasi, namun juga menjadi pedoman dalam melakukan edukasi guna mewujudkan masyarakat digital yang cerdas. Selain itu, prinsip responsible lending juga senantiasa kami terapkan agar membuat konsumen tetap bijak berbelanja di ecommerce. Didukung oleh pondasi yang kuat, bisnis kami terus berjalan normal dengan kinerja yang cenderung stabil dan siap untuk terus mendukung pertumbuhan e-commerce di Indonesia," tutup Lily.

BACA SELANJUTNYA

Tips Marketing: 5 Persiapan Website Sebelum Ikut Pesta Belanja Online