Kamis, 09 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 29 Juni 2020 | 17:36 WIB

Hitekno.com - Dalam sebuah webinar berjudul "Resep UMKM Kuliner Bangkit Bersama GoFood", perwakilan dari GoFood menjelaskan strategi mereka dalam membantu mitra di saat pandemi Covid-19. Mereka juga mengklarifikasi isu yang menyatakan bahwa GoFood akan membuat "dapur raksasa" sendiri sehingga meninggalkan UMKM.

Webinar GoFood dihadiri oleh 4 orang pembicara termasuk Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UKM RI), Catherine Hindra Sutjahyo (Chief Food Officer, Gojek Group), Chef Arnold Poernomo, dan perwakilan mitra merchant GoFood, Dodi Sandra (pemilik Pempek Pistel Kiarin).

Pada pembukaan serta penyambutan webinar, Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM RI menjelaskan bahwa hanya ada sekitar 13 persen saja UMKM yang sudah go digital sehingga sebagian dari mereka akan sangat terdampak dengan adanya pandemi.

Ia berharap agar UMKM dapat lebih banyak lagi yang bergabung dengan marketplace digital ke depannya.

Teten Masduki juga berharap bahwa webinar ini bisa menjadi testimoni para mitra GoFood terkait apakah mereka tertolong setelah bergabung dengan marketplace atau tidak.

Pembicara webinar Zoom GoFood. (Webinar Zoom)

 

Ia memastikan bahwa isu terkait marketplace online yang menyingkirkan UMKM merupakan isu yang tidak benar.

"Saya ingin mendengar di webinar ini dari mitra GoFood, apakah penjualan mereka meningkat setelah bergabung ke marketplace atau tidak? Karena isu belakangan ini seolah-olah GoFood mau ganti haluan mau meninggalkan pelaku kuliner UMKM. Mau pindah bikin dapur sendiri, restoran sendiri kira-kira begitu. Kan isu itu tidak benar kan?" kata Teten Masduki.

Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Food Officer Gojek Group mengungkapkan bahwa isu terkait cloud kitchen GoFood (Dapur Bersama) yang ingin meninggalkan UMKM merupakan isu yang tidak benar.

Justru ia mengklaim bahwa perusahaan ingin membantu UMKM dan melakukan profit sharing dengan adanya cloud kitchen.

Dapur Bersama merupakan cloud kitchen dari GoFood yang memungkinkan pebisnis kuliner skala kecil bekerja sama dengan perusahaan layanan pesan antar (delivery).

Ekosistem Gojek. (Webinar Zoom)

 

Itu memungkinkan pebisnis kuliner tidak perlu menyewa tempat sendiri seperti jika mereka membuka restoran di pinggir jalan.

Cloud kitchen dari GoFood menyediakan tempat terpadu sehingga driver ojol mempunyai tempat tersendiri untuk mengantri tanpa perlu mengganggu antrian customer seperti pada pemesanan restoran yang masih konvensional.

"GoFood itu memang di-power untuk dan oleh UMKM. Sebanyak 96 persen dari sekitar hampir 500 ribu mitra GoFood adalah UMKM. Sekitar bulan Oktober atau November 2019 kita dirikan dan kini sudah ada 27 Dapur Bersama" kata Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Food Officer Gojek.

Catherine Hindra Sutjahyo mengungkapkan bahwa 27 Dapur Bersama telah tersebar di beberapa kota termasuk Jabodetabek, Bandung dan Medan.

Salah satu mitra merchant menerima paket sanitasi dan keamanan dari GoFood. (dok. Gojek)

 

"Kita menggunakan revenue sharing atau bagi hasil. Kita bisa menekan atau bahkan menghilangkan Fixed Cost bagi UMKM yang ingin memulai usaha. Mudah-mudahan ketika PSBB mulai tenang, kita akan lebarkan (Dapur Bersama) ke tempat lain," kata Catherine Hindra Sutjahyo menambahkan.

Dodi Sandra selaku pemilik Pempek Pistel Kiarin mengungkapkan bahwa di masa pandemi ini pelanggan yang masuk ke rumah makan justru berkurang.

Namun karena ia bergabung di GoFood, omzetnya justru tertolong dari pemesanan secara online.

"Untuk pelanggan yang masuk ke restoran cuma ada 30 persen. Sebagian besar atau 70 persen justru datang dari GoFood," kata Dodi Sandra.

Dalam webinar ini, perwakilan dari GoFood sangat yakin bahwa platform-nya bisa ikut membantu UMKM dalam melewati tantangan saat pandemi Covid-19.

BACA SELANJUTNYA

Percepat Transformasi Digital, Bantu Bisnis UMKM Pulih saat New Normal