Jum'at, 10 Juli 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 18 Juni 2020 | 12:00 WIB

Hitekno.com - Sebuah pesan berantai beredar di aplikasi chatting Whatsapp dengan mengklaim kalau tujuan dari masuk mal menggunakan sistem QR code atau barcode untuk mendeteksi pengunjung yang positif Corona atau Covid-19.

Termuat dalam pesan berantai tersebut, diklaim jika ada pasien positif Covid-19 masuk mall, maka semua yang terdaftar masuk mal langsung menjadi Orang dalam Pemantauan (ODP).

Berikut ini narasi pesan berantai tersebut.

"Hari ini mall dibuka gaes… ! Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode: Kalau ada yang positif corona di dalam gedung, maka semua yang terdaftar masuk mall tersebut langsung menjadi ODP karena kemungkinan besar ikut terpapar corona & bisa langsung dicari untuk dikarantina. Jadi, lebih baik jangan pergi ke mall2 dulu kalau ngga amat sangat butuh sekali, karena prosedurnya sama semua mall."

Benarkah tujuan pakai barcode saat masuk mal untuk cari pasien Covid-19 seperti dalam klaim di atas?

Cek Fakta, konten yang klaim tujuan pakai barcode saat masuk mal untuk cari pasien Covid-19 (Turnbackhoax.id)

 

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran dan cek fakta Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (17/6/2020), klaim bahwa tujuan masuk mal menggunakan sistem QR code atau barcode untuk mencari pengunjung apabila ada pasien positif Covid-19 adalah tidak benar.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat membantah klaim itu.

Menurut Ellen, sistem QR code atau barcode saat masuk mal bukan untuk untuk contact tracking Covid-19. Registrasi itu dilakukan untuk memudahkan perhitungan pengunjung sesuai dengan Pergub 51/2020, yakni 50 persen kapasitas.

Dalam proses registrasi, pengunjung hanya dimintai data berupa nama dan nomor handphone, serta berapa jumlah orang atau keluarga yang didaftarkan, yang pada hari itu akan datang bersamaan.

"Jadi, 1 orang bisa mendaftar untuk keluarganya yang misalnya datang bersama sejumlah 10 orang. Cukup diisi oleh 1 orang saja. Jadi QR code ini bisa digunakan oleh pihak mal untuk mengikuti batasan jumlah pengunjung yang diperbolehkan pemerintah," kata Ellen.

Penjelasan Cek Fakta, tujuan pakai barcode saat masuk mal untuk hitung jumlah pengunjung (Turnbackhoax.id)

Gubernur Anies Baswedan juga menjelaskan fungsi QR code di mal untuk melihat jumlah pengunjung.

"Tadi di depan kalau dilihat QR itu untuk melihat jumlah pengunjung," ujar Anies di mal Emporium Pluit, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

Data jumlah pengunjung itu akan diawasai petugas Pemprov DKI. Jika sudah melewati batas maksimal, maka pengelola akan ditegur.

Apabila teguran tak diindahkan dan pengelola tak mengurangi jumlah pengunjung, maka Anies akan menutup mal tersebut.

"Tetap melanggar maka akan ditutup sementara sampai nanti detilnya diatur supaya apabila ada pengendalian yang baik," ucap Anies.

Kesimpulan

Jadi hasil cek fakta di atas, konten pesan berantai di Whatsapp itu termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan atau Misleading Content. (Suara.com/ Rifan Aditya).

Referensi

https://republika.co.id/berita/qc08jz328/embarcodeem-masuk-mal-bukan-untuk-lacak-covid19

https://www.suara.com/news/2020/06/11/234500/awasi-pengunjung-mal-lewat-qr-code-anies-melebihi-batas-bisa-ditutup

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Masak Nasi Campur Bawang Putih Cegah Penyakit Jantung?