Senin, 06 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini : Selasa, 16 Juni 2020 | 19:45 WIB

Hitekno.com - Cerita sedih belum lama ini menimpa seorang guru di Malaysia. Ia tak digubris oleh muridnya di WhatsApp karena memberi tugas secara online karena negara tersebut harus lockdown akibat pandemi. 

Kisah ini terbongkar setelah putri dari guru tersebut membagikan kisah sedih ibunya di media sosial. 

Lewat akun Twitter-nya, putrinya yang bernama Anne @Ms4nne_ itu bercerita tatkala ibunya yang berprofesi sebagai guru tiba-tiba bertanya, mengapa grup Whatsapp yang ia buat bersama murid-murid tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.   

Ia pun kaget dan merasa sedih sekaligus ketika mengetahui grup itu sepi bukan karena telepon pintar milik ibunya rusak, melainkan karena seluruh murid meninggalkan grup atau left group. 

Dikutip dari World of Buzz, Anne pun melampirkan bukti dimana murid-murid ibunya serentak meninggalkan grup dan menyisakan sang guru sendirian di dalam grup tersebut. 

"Ibuku mengirim pesan berisi tugas sekolah kepada murid-muridnya yang tergabung dalam sebuah grup Whatsapp, tetapi murid-murid itu malah meninggalkan grup," kata @MS4nne_ dalam bahasa Melayu. 

Murid left group usai ditanya tugas oleh guru (Twitter).

Awalnya, sang ibu hanya bertanya tentang kelanjutan tugas sekolah yang telah ia berikan sebelumnya. Namun, beberapa murid kemudian meninggalkan grup tanpa sepatah kata pun. Akhirnya, hanya tersisa satu orang murid yang ada di dalam grup. 

Namun, saat ia menambahkan tugas pada para siswa tersebut, muris terakhir di grup tersebut juga meninggalkan tanpa kata-kata seperti teman lainnya. 

Insiden ini membuat Anne merasa sangat sedih. Pasalnya, selama masa lockdown di Malaysia, para guru kerap menerima tuduhan menerima gaji buta. Hal ini diakibatkan sekolah-sekolah yang ditutup selama masa lockdown dan pembelajaran dilakukan secara virtual. 

"Aku rasanya ingin menangis waktu ibuku bertanya kenapa murid-muridnya tidak memberikan respon sama sekali. Waktu aku cek, mereka semua ternyata sudah meninggalkan grup," terang Anne.

Namun, berkat ceritanya itu, Anne berhasil membuktikan kepada publik bahwa guru-guru di sana juga mengalami masa sulit selama lockdown. Para guru tak mendapatkan gaji buta seperti kabar yang beredar dan dituduhkan kepadanya karena pembelajaran secara online. (Suara.com/Ruhaeni Intan)

BACA SELANJUTNYA

Heboh Kain Kafan Supreme, Netizen: Jenazah Hypebeast!