Kamis, 09 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini : Selasa, 16 Juni 2020 | 16:40 WIB

Hitekno.com - Melalui internet apapun bisa dicari dengan mudah dan melakukan banyak hal. Namun, internet juga bisa menjadi tempat yang berbahaya jika kamu tak waspada. Apalagi saat mengakses situs web di browser karena pengguna bisa mengalami penipuan atau bahkan pencurian identitas.

Ilustrasi berselancar dan siap belanja online di internet [Shutterstock].

Dilansir dari India Times, berikut lima (5) cara mudah untuk mendeteksi situs web palsu:

1. Periksa URL

  • Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah situs web yang pengguna akses merupakan situs yang sah atau tidak, pengguna dapat memeriksa URL. Pelaku kejahatan di balik situs penipuan akan berusaha membuat web seperti terlihat asli, namun URL tidak bisa memiliki nama yang sama dengan aslinya.
  • Biasanya, pelaku akan menghilangkan satu huruf atau mengganti huruf yang lain agar pengguna terkecoh. Karenanya, jangan hanya melihat URL sekilas, tapi periksa dengan benar.

2. Lihat HTTPS

  • Situs yang sah harus memiliki protokol HTTPS dalam alamat web dan bukan hanya http:// melainkan harus ada huruf 's' di belakang yang merupakan singkatan dari secure. Bahkan situs web yang sah tanpa protokol ini bisa lebih mudah dibobol.

3. Percayakan pada perangkat lunak pilihan

  • Gunakan browser baru yang tepercaya, seperti Chrome, Firefox, atau Safari. Browser ini memiliki fitur bawaan yang memberi tahu pengguna saat akan mengunjungi situs web berperingkat pengguna buruk atau telah dilaporkan sebagai situs scam sebelumnya.
  • Tak hanya itu, sebagian besar perangkat lunak antivirus utama juga memiliki ekstensi browser yang tersedia dan menampilkan skor kepercayaan di sebelah tautan web, untuk memberi tahu pengguna seberapa aman situs web itu.

4. Baca sebelum berinteraksi

  • Jika berencana untuk membeli sesuatu dari situs web, pastikan untuk membaca detailnya dengan benar sebelum melakukan pembelian. Penggunaan bahasa yang buruk dalam situs web adalah salah satu tanda penipuan, seperti halaman "Hubungi Kami" yang kosong.
  • Pengguna juga bisa mencari nama perusahaan terkait secara manual. Jika ada situs web otentik, situs web itu akan muncul di bagian atas pencarian dan biasanya situs atau perusahaan penipuan tidak akan memiliki banyak jejak digital.

5. Periksa iklan di situs

  • Jika situs web menampilkan terlalu banyak iklan dan bermunculan, kemungkinan besar itu adalah situs yang tidak sah. Ada kemungkinan tujuan utamanya adalah menjual iklan pada pengguna, dengan tujuan menipu seseorang untuk masuk pada tautan iklan tersebut..(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

BACA SELANJUTNYA

10 Cara Menghasilkan Uang dari Internet, Siapkan Skill dan HP Kamu