Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 31 Mei 2020 | 16:30 WIB

Hitekno.com - Sempat beredar pesan berantai yang mengklaim campuran air hangat dan garam bisa menghilangkan virus corona. Benarkah klaim campuran air garam ini ampuh?

Informasi ini tersebar melalui pesan berantai di aplikasi Whatsapp dan beredar tanpa diketahui siapa yang mengawalinya.

Di dalam narasi pesan itu disebutkan jika salah seorang pasien positif virus corona berhasil sembuh karena meminum campuran air hangat dan garam.

Pasien yang sebelumnya menderita batuk berdahak diklaim sembuh dalam waktu semalam usai meminum campuran air tersebut.

Tak hanya itu, pengirim pesan juga melampirkan resep air garam yang dimaksud.

Hoaks campuran air garam bisa menghilangkan virus corona (Turnbackhoax.id).

Namun, apakah benar campuran air hangat dan garam bisa menghilangkan virus corona? Benarkah campuran resep ini bisa mengeluarkan COVID-19 dari tenggorokan?

PENJELASAN

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, diketahui bahwa campuran air hangat dan garam tidak mampu menghilangkan virus corona dari dalam tubuh.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa campuran air garam mampu mengobati COVID-19.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang mengatakan bahwa hal itu hanya mitos semata.

Selain itu, ahli epidemiologi Dicky Budiman juga mengungkapkan hal senada terkait khasiat campuran air garam.

Hal tersebut salah kaprah karena virus corona melekat pada reseptor di tubuh manusia sehingga air atau alkohol sekalipun tak mampu menghilangkannya.

"Artinya, mau minum air garam atau alcohol tidak akan berpengaruh," kata Dicky.

KESIMPULAN

Dari penjelasan cek fakta di atas maka dapat dipastikan bahwa campuran air hangat dan garam tak mampu menghilangkan virus corona dari dalam tubuh. Klaim campuran air garam tersebut adalah hoaks karena tidak terbukti secara ilmiah. (Suara.com/ Ruhaeni Intan).

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Gara-gara HTI, Pertamina Rugi Rp 11 T?