Rabu, 03 Juni 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 20 Mei 2020 | 16:11 WIB

Hitekno.com - Beredar postingan media sosial yang mengklaim kalau rapid test virus corona atau Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta dikenakan tarif sebesar Rp 550 ribu.

Informasi itu beredar luas di Twitter. Salah satunya disebarkan oleh akun @isema13 pada 13 Mei 2020 dengan narasi seperti berikut.

"Sebelum chek in bayar rapid tes dl Rp 550.000, tanpa terkecuali… Waoo bisnis baru di bandara.. Halo @kemenhub151 Benarkah ini?"

Saat tangkapan layar diambil, cuitan akun Twitter @isema13 ini telah mendapat lebih dari 1.484 retweet dan 1.876 likes. Bahkan ada 219 komentar di sana.

Akun itu juga mengunggah video berdurasi 34 detik yang memperlihatkan antrean calon penumpang.

CEK FAKTA, informasi yang klaim rapid test di Bandara Soekarno-Hatta bayar Rp 550 ribu (turnbackhoax.id)

Dalam video tersebut tampak satu per satu penumpang dipersilakan maju ke meja pemeriksaan. Orang yang merekam video itu juga mengklaim bahwa para calon penumpang yang hendak terbang wajib menjalani rapid test dengan merogoh kocek hingga RP 550 ribu.

"Pemeriksaan Covid-19 sebelum check-in, sebelum masuk ke pesawat. Luar biasa ketatnya. Ini kalau mau terbang sekarang biayanya mahal sekali ongkos tiketnya mahal, untuk rapid testnya Rp 550 ribu nih. Gila," klaim orang yang merekam.

Benarkah rapid test di Bandara Soekarno-Hatta penumpang harus membayar Rp 550 ribu?

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (19/5/2020), informasi yang mengklaim bahwa rapid test di Bandara Soekarno-Hatta penumpang harus membayar Rp 550 ribu adalah salah.

Hal tersebut dibantah oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf.

Anas menegaskan, rapid test virus Corona dan pelayanan pemeriksaan kesehatan di Soekarno-Hatta tidak dikenakan biaya alias gratis.

Anas juga menjelaskan, jika test tersebut dikhususkan bagi WNI yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri atau repatriasi. Sedangkan untuk penerbangan domestik, penumpang harus melakukan test terlebih dahulu di luar bandara, artinya di rumah sakit.

"Adapun penumpang yang domestik mereka harus tes di luar bandara, artinya dari rumah sakit," kata Anas dalam artikel yang dimuat di Kompas.com.

CEK FAKTA, klarifikasi pihak Bandara Soekarno-Hatta (turnbackhoax.id)

Selain itu, pihak pengelola bandara PT Angkasa Pura II juga membantah informasi menyesatkan itu. Melalui akun Twitter @contactap2 mereka meluruskan.

PT Angkasa Pura II mengklaim sejumlah bandara dibawah naungan PT Angkasa Pura II tidak memungut biaya dalam menggelar rapid test.

"Untuk bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II pemeriksaan rapid test tidak dikenakan biaya ya kak. Mohon diinformasikan lokasi kejadian tersebut di bandara mana kak? Terima kasih," tulis akun PT Angkasa Pura II, dikutip Suara.com.

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga menegaskan jika pihak bandara tidak menyediakan rapid test terkait keberangkatan.

"Kami tidak (menyediakan) pemeriksaan rapid test terkait keberangkatan." Ujar Febri, dikutip dari Tirto.id.

Febri juga menjelaskan bahwa Bandara Soekarno-Hatta hanya menerima 3 syarat bagi penumpang keberangkatan: tiket pesawat, surat tugas yang menyatakan boleh bepergian, serta surat hasil tes yang membuktikan yang bersangkutan negatif COVID-19.

Berkas yang disebut terakhir dapat berupa berkas hasil swab test, rapid test, maupun PCR.

Kesimpulan

Jadi, cek fakta pada  informasi yang mengklaim bahwa rapid test di Bandara Soekarno-Hatta penumpang harus membayar Rp 550 ribu ini termasuk dalam konten yang menyesatkan atau Misleading Content. (Suara.com/ Rifan Aditya).

Referensi

https://travel.kompas.com/read/2020/05/12/191100527/kkp-bandara-soekarno-hatta–tes-cepat-virus-corona-gratis-hanya-untuk-wni?page=all

https://tirto.id/klarifikasi-video-viral-soetta-rapid-test-untuk-penumpang-gratis-ftlL

https://www.suara.com/news/2020/05/15/145057/geger-penumpang-wajib-ikuti-rapid-test-di-bandara-bayar-rp-550-ribu

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Campuran Air Garam Dapat Hilangkan Virus Corona?