Selasa, 26 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 09 Mei 2020 | 03:00 WIB

Hitekno.com - Beredar informasi yang mengklaim kalau Indonesia akan berencana untuk membuat program 1 suami 2 istri. Informasi ini jelas membuat publik gempar,

Informasi tersebut dibagikan oleh akun Facebook Romaindah. Ia membagikan foto yang menampilkan seorang pria sedang duduk diantara dua wanita.

Berikut isi narasinya:

"Indonesia akan adakan program 1 Suami 2 Istri setuju tidak para istri?"

Benarkah klaim Indonesia berencana membuat program 1 suami 2 istri tersebut?

Cek fakta Indonesia akan adakan program 1 Suami 2 Istri (turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Kamis (7/5/2020), informasi beredar yang menyebutkan Indonesia akan membuat program 1 Suami 2 Istri merupakan informasi yang salah.

Dari hasil penelusuran, konten tautan yang dibagikan tersebut tidak membaha mengenai rencana Indonesia akan membuat program 1 Suami 2 Istri.

Artikel dalam tautan tersebut berisi wawancara pelakupoligami bersama kedua istrinya yang berasal dari Malaysia. Topik tersebut juga pernah diangkat di portal media Batamnews.co.id dan Style.tribunnews.com, namun dalam kedua media tersebut juga tidak membahas mengenai rencana Indonesia akan membuat program 1 Suami 2 Istri.

Cek fakta Indonesia akan adakan program 1 Suami 2 Istri (turnbackhoax.id)

Dalam media Style.tribunnews.com artikel tersebut berjudul 'Obrolan Program 1 Suami 2 Istri di Malaysia yang Menghebohkan Dunia Maya, 2 Istri Cubit-cubitan!".

Dalam artikel disebutkan wawancara berasal dari video yang diunggah akun YouTube TKI Channel pada 8 Oktober 2016 berjudul 'Program 1 Suami 2 Istri Sudah Mulai di Malaysia... Di Indonesia Kapan Ya? (jgn deeh)".

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, informasi yang menyebutkan Indonesia akan mengadakan program 1 Suami 2 Istri merupakan informasi yang alah. Informasi tersebut masuk dalam kategori false connection atau koneksi yang salah.

Hasil cek fakta, Indonesia tidak berencana membuat program seperti yang ditulis dalam tautan yang diunggah akun Facebook tersebut. Judul dalam tautan tidak mewakili isi artikelnya. (Suara.com/ Chyntia Sami Bhayangkara).