Senin, 18 Januari 2021

Kominfo Luncurkan Mesin Pintar Akses untuk Bangsa Berbasis IoT

Mesin pintar Akses untuk Bangsa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR).

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Menkominfo Johnny Plate. (Kominfo)
Menkominfo Johnny Plate. (Kominfo)

Hitekno.com - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan meluncurkan 1.000 unit Mesin Pintar Akses Untuk Bangsa.

Nantinya, mesin berbasis IoT (Internet of Things) ini akan disebarkan ke daerah-daerah rawan Covid-19, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Bali, Sidoarjo, dan beberapa kota lainnya.

“Inisiasi mesin pintar atau Kiosk IoT ini sejalan dengan peran Kementerian Kominfo dalam menyampaikan narasi tunggal Pemerintah tentang protokol mendasar dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penerapan PSBB," terang Menkominfo Johnny G. Plate.

Mesin pintar Akses untuk Bangsa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR). Setiap mesin pintar memiliki dua fitur utama, yaitu untuk akses dan informasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Suara.com/Tyo)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Suara.com/Tyo)

 

Fitur akses membantu masyarakat untuk mengurangi interaksi antara orang per orang selama pandemi Covid-19 karena bisa berkonsultasi dengan Artificial Intelligence mengenai virus corona. Adapun fitur informasi mencakup informasi Chatbot Covid19.go.id, aplikasi Peduli Lindungi, dan aplikasi 10 Rumah Aman.

Sebanyak 1.000 unit mesin pintar tersebut disebarkan di lokasi strategis ritel misalnya Alfamart, Alfamidi dan Apotek Kimia Farma serta berbagai toko lainnya. Menkominfo mengklaim, mesin pintar berperan menjangkau Online to Offline (O2O) di area rawan Covid-19.

"Dan secara drastis mengurangi interaksi antara kasir dengan pengunjung lain ketika melakukan pembelian di toko ritel untuk kebutuhan sehari-hari, pembayaran listrik, pembelian obat dan kegiatan pembelanjaan lainnya,” tutup Plate.(Suara.com/Tivan Rahmat)

Terkait

Terkini