Kamis, 26 November 2020

Kabar Bocornya Data Pengguna Tokopedia Turut Disoroti Media Asing

Beberapa media seperti ZDNet dan Reuters turut menyoroti berita terkait bocornya data pengguna Tokopedia.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Kantor Tokopedia. (Tokopedia)
Kantor Tokopedia. (Tokopedia)

Hitekno.com - Kabar mengenai bocornya data pengguna Tokopedia dan dijual di situs gelap turut disoroti media asing. Salah satunya media teknologi ZDNet yang juga memberitakan terkait hacker yang berhasil curi data pengguna.

Usai kabar tersebut beredar dan menjadi sorotan media asing, dalam pemberitaannya ZDNet menulis judul ''Hacker leaks 15 million records from Tokopedia, Indonesia's largest online store''.

Dalam pemberitaan tersebut, ZDNet menuliskan bahwa peretas akun e-commerce di Indonesia tersebut membagikan sampel 15 juta pengguna dengan harapan ada yang membantunya mendapatkan password, sehingga mereka dapat akses akun korban.

Tak hanya itu, media asing satu ini juga mengklaim memperoleh salinan file yang bocor dengan bantuan dari Under The Breach.

Bahkan setelah memperoleh data tersebut, ia lantas memverifikasi keaslian data yang bocor di situs web resmi Tokopedia.

Inovasi Tokopedia sambut Ramadan. (Tokopedia)
Inovasi Tokopedia sambut Ramadan. (Tokopedia)

 

Selain itu, media asing Reuters juga menyoroti kasus bocornya data pengguna Tokopedia ini.

Reuters menyebutkan kutipan dari Tokopedia yang mengatakan jika memang ada upaya pencurian data penggunannya.

Sebelumnya, informasi mengenai bocornya data pengguna Tokopedia ini muncul setelah akun Twitter @underthebreach berkicau bahwa pada Maret 2020, sekitar 15 juta data pengguna Tokopedia diretas sembari menyertakan screenshot yang diklaim sebagai bukti peretasan.

"Basis data berisi email, hash kata sandi, dan nama," cuit akun @underthebreach.

Hash sendiri merupakan algoritma yang mengubah suatu data informasi berupa huruf, angka, atau simbol menjadi karakter terenkripsi. Fungsi hash biasanya dimanfaatkan untuk menyembunyikan password asli.

Tak lama setelah itu, Under The Breach memperbarui datanya, diketahui bahwa sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia yang dijual di situs gelap.

Terkait

Terkini