Minggu, 29 November 2020

Belva CEO Ruangguru Mundur dari Jabatan Stafsus, Netizen: Respect!

Netizen merasa respect dengan keputusan Belva mundur dari Stafsus Jokowi.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Adamas Belva Syah Devara, CEO Ruangguru. (Instagram/ belvadevara)
Adamas Belva Syah Devara, CEO Ruangguru. (Instagram/ belvadevara)

Hitekno.com - Adamas Belva Syah Devara, Chief Executive Officer (CEO) Ruangguru memutuskan untuk mundur dari posisi staf khusus Presiden Joko Widodo. Keputusan CEO Ruangguru ini langsung ramai ramai di media sosial.

Mundurnya Belva menuai tanggapan positif dari sejumlah netizen. Salah satunya dari mantan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @Uki23.

Dia mengaku salut dengan keputusan Belva mundur dari jabatannya tersebut. Menurut Dedek, Belva memberikan contoh adab bernegara yang sangat baik dengan melepaskan jabatan untuk menghindari konflik.

Menurut Dedek, mundurnya Belva menjadi babak baru kedewasaan berdemokrasi, yang ditunjukkan justru oleh generasi muda.

"Salute & big respect kepada mas @AdamasBelva yang sudah memberi contoh adab bernegara yang sangat baik dengan melepaskan jabatannya secara sukarela untuk menghindari conflict of interest. Ini adalah babak baru kedewasaan berdemokrasi, yang ditunjukkan justru oleh generasi muda," cuit Dedek seperti dikutip Suara.com, Selasa (21/4/2020).

Pun demikian apresiasi juga dilayangkan oleh pengguna akun Twitter @raviopatra: "Belva Devara resmi mengundurkan diri sebagai staf khusus presiden. Hats off. Hats off."

Berikut komentar-komentar apresiasi terhadap Belva dari netizen seperti dirangkum Suara.com:

"Belva Mundur? Saya sangat mengapresiasinya, karena memang bagus sekali dia mundur, milenial memberikan contoh kepada oligarki tentang adanya indikasi konflik kepentingan di dalam sistem pemerintahan itu ga baik, dan mungkin Belva sadar kalau stafsus milenial hanya jabatan gimmick," cuit akun @mahasiswaYUJIEM..

"Finally.. you can not hold 2 position as a public official and also CEO company. You have to lose one. If not, conflic of interest is very potential. For this decision, I respect you, Belva. And I'm also waiting for decicion from other stafsus," kicau akun @tio_tegar.

"Hats off to Belva. Conflict of interest is wrong and he's right to admit it and quit," cuit akun @naufalyudiana.

"Belva did the right thing, sure. But excuse me for not showering him with praise because he only did it after his startup signed a billion-rupiah partnership with the government. The issue with his conflict of interest was raised long before it, and he was well aware. Bye," cuit akun @keinesasih.

"Saya rasa ini sudah benar. Belva punya kebesaran jiwa yang patut dipuji. Dan bisa kembali menekuni minatnya, membesarkan usahanya," kicau akun @datuakrajoangek.

"Hormat kita untuk Belva dari Ruang Guru. Membungkuk sedalam-dalamnya untuk sikap ksatria Person bowing deeplyWoman bowing deeply," tulis @hariadhi84.

"Dua berita penting hari ini: Jokowi resmi melarang mudik, dan Belva mundur dari stafsus. Both great news," cuit akun @ernestprakasa.

"Belva mundur itu udah yang paling tepat sih. dia wise banget menurut gue tu. bisa fokus gedein ruang guru tanpa dianggap political bla bla bla," kicau akun @roynaldodicky.

Hingga berita ini disusun, nama 'Belva' sudah mulai naik di jajaran trending topic Twitter.

Belva mundur

Belva Devara, CEO RuangGuru yang jadi staf khusus Presiden Jokowi. (Dok. Instagram)
Belva Devara, CEO RuangGuru yang jadi staf khusus Presiden Jokowi. (Dok. Instagram)

 

CEO Ruangguru Adhamas Belva Syah Devara mengumumkan pengunduran diri sebagai Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Selasa (21/4/2020).

"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung ke Presiden pada 17 April 2020," kata Belva melalui akun instagram miliknya pada Selasa.

Belva mengakui pengunduran dirinya dipicu oleh keikutsertaan perusahaan miliknya Ruang Guru dalam program Kartu Prakerja yang mendapat banyak kritik dari masyarakat.

Alumnus dari 3 universitas Amerika Serikat yaitu Massachusetts Institute of Technology, Stanford University dan Harvard University itu menjelaskan, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Karenanya, dia mengklaim tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.

Dia mengakui, kalau skandal itu menjadi polemik berkepanjangan, dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Presiden Jokowi  dalam menghadapi masalah pandemi covid-19.

"Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya. Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden," tambah Belva.

Pria kelahiran 30 Mei 1990 itu mengaku ia merasakan betul bagaimana semangat Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan.

Karenanya, kata dia, di mana pun dan posisi apa pun ia bekerja, tetap berkomitmen mendukung Presiden Jokowi dan pemerintah untuk memajukan NKRI.

"Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespons pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir. Saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu. Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghormati dan menghargai keputusan saya tersebut," ungkap Belva.

Ia pun sempat menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat segera keluar dari masalah pandemi yang berat ini.

Salah satu pendiri Ruangguru sekaligus Chief of Product & Partnership Ruangguru Iman Usman ikut mengonfirmasi pernyataan Belva tersebut.

"Ya pernyataan (mundur) itu benar," kata Iman dimuat Suara.com.

Itulah tanggaan netizen hingga beberapa tokoh mengenai keputusan Belva CEO Ruangguru dari posisi Stafsus. (Suara.com/ Rendy Adrikni Sadikin).

Terkait

Terkini