Kamis, 09 Juli 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 07 April 2020 | 17:25 WIB

Hitekno.com - WhatsApp saat ini jadi aplikasi chat terpopuler, bahkan jadi sarana penyebaran hoaks atau berita bohong. Namun aplikasi milik Facebook ini tidak tinggal diam.

Dikutipp HiTekno.com dari The Verge, WhatsApp memberlakukan pembatasan yang cukup ketat untuk mencegah penyebaran hoaks.

WhatsApp kini melakukan pembatasan forward pesan atau meneruskan pesan ketika terindikasi telah banyak diforward para pengguna.

Seperti diketahui, banyak pesan viral di WhatsApp karena diteruskan atau forward oleh penggunanya. Dari grup ke grup, bahkan dari personal ke personal.

Dari konten lucu, video lucu, doa, kata mutiara, informasi bermanfaat, banyak di-foward pengguna. Tak terkecuali pesan hoaks.

Karena itu, mulai hari ini, Selasa (7/4/2020) WhatsApp memberlakukan pembatasan forward pesan. Ini dilakukan untuk menghambat penyebaran hoaks yang lebih luas.

Sebuah pesan yang sudah di-forward berkali-kali, hanya bisa diforward sekali saja oleh pengguna WhatsApp dalam satu waktu.

Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/antonbe)

 

Cara ini akan memperlambat penyebaran sebuah pesan, begitu juga sebuah hoaks. Terlebih kondisi dunia yang seperti sekarang.

Kominfo dan WhatsApp Hadirkan Chatbot

Dalam rangka memberikan informasi tentang virus corona yang memicu COVID-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama WhatsApp menghadirkan chatbot khusus.

Layanan hotline gratis dengan chatbot dari Kominfo dan WhatsApp ini dapat menjawab pertanyaan tentang virus corona baru pemicu penyakit Covid-19.

Hotline dari WhatsApp ini diumumkan Menteri Komunikasi Johnny Plate dalam jumpa pers terkait virus corona, Kamis (19/3/2020) di Jakarta.

Platform chatbot ini akan menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari publik.

Itulah kolaborasi WhatsApp dan Kominfo dalam menghadirkan chatbot untuk menjawat pertanyaan publik dan memberikan informasi.

BACA SELANJUTNYA

Harus Tahu, Ini 5 Fitur Baru WhatsApp