Sabtu, 30 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 02 April 2020 | 11:55 WIB

Hitekno.com - Beredar postingan status di Facebook yang mengklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan mark-up atau menggelembungkan jumah jenazah korban virus corona COVID-19.

Narasi tersebut berkaitan pernyataan Anies mengenai 283 jenazah di Jakarta yang diurus memakai protap virus corona.

Status Facebook yang diunggah oleh akun Nick Ni tersebut melampirkan tangkapan layar berita CNN yang berjudul, "Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona".

Tak hanya tangkapan layar berita, foto yang tersbeut juga betuliskan, "BNPB 122 Jenazah Wan Ngabud 283 Jenazah. 161 Mayat lagi nyolong di mana ya?".

Selain membagikan foto, akun Nick Ni juga menuliskan keternagan, berisi:

“APAKAH INI “EFEK KEJUT” YG TERBARU ???

INI CIRI KHAS GUBERNUR GUE…..!!

NTAR YG DIPECAT……PARA PENGGALI KUBUR YG SALAH KASI INFORMASI……..

ANGKA “MAYAT” AZA BERANI DI MARK-UP…

GAK ADA KAPOK2-NYA.

KURANG APA….COBA ???!!!”

Unggahan Facebook Nick Ni (Turnbackhoax.id)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran dan cek fakta Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com pada Selasa (31/3/2020) menyatakan bahwa unggahan Nick Ni tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Pada berita CNN yang terbit pada 30 Maret 2020 itu, menampilkan pernyataan Anies Baswedan tentang jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19.

CNN juga menyatakan, bahwa Anies menyebut jumlah jenazah yang ditangani dengan protap Covid-19 lebih besar dari angka resmi kematian akibat virus corona.

"Sejak tanggal 6 (Meret 2020) itu mulai ada kejadian (meninggal) pertama sampai dengan kemarin tanggal 29 (Meret 2020) itu ada 283 kasus," kata Anies Baswedan pada wawancara formal terkait Covid-19 Senin (30/3/2020).

Menurutnya, perbedaan jumlah bisa terjadi karena pasien yang meninggal belum sempat dilakukan tes atau sudah dites tetapi meninggal sebelum keluar hasilnya.

"Artinya ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites karena itu tidak bisa disebut sebagai positif atau sudah dites tapi belum ada hasinya kemudian wafat," kata Anies Baswedan menambahkan.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat dipahami bahwa berita di cnnindonesia.com tidak mengutip pernyataan Anies Baswedan terkait jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta. Gubernur DKI itu hanya menjelaskan tentang jumlah jenazah yang dikuburkan dengan protap Covid-19.

Perlu diketahui, berita tersebut terkait dengan konferensi pers yang diadakan Anies di Balai Kota pada Senin (30/3/2020).

Kesimpulan

Informasi mengenai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan mark up jenazah adalah tidak benar. Informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Itulah hasil cek fakta mengenai postingan status Facebook yang mengklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan jumlag mark up jenazah korban virus corona, yang ternyata tidak bernar dan tergolong menyesatkan. (Suara.com/Fita Nofiana).