Kamis, 02 April 2020

Tanggapi COVID-19, Smartfren Siap Antisipasi Lonjakan Trafik Data

"Kapasitas jaringan Smartfren sudah dirancang memadai jika terjadi lonjakan trafik data," kata Smartfren.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Kartu perdana Smartfren. (Smartfren)
Kartu perdana Smartfren. (Smartfren)

Hitekno.com - Smartfren menyampaikan dukungannya pada imbauan pemerintah untuk 'Kerja dari Rumah,  Belajar dari Rumah dan Beribadah di Rumah' sebagai langkah memutus rantai penyebaran virus corona COVID-19.

Seiring dengan meningkatnya para pekerja yang kerja dari rumah, pelajar dan mahasiswa belajar dari rumah secara online, maka akan berakibat meningkatnya jumlah akses ke jaringan internet serta naiknya trafik data.

Smartfren terus secara intensif dan real time mengendalikan jaringan internet nya melalui Network Operation Center (NOC) selama 7x24 jam.

Secara pasti akan diketahui di area mana saja terjadi kenaikan trafik dan memerintahkan task force yang telah disiapkan di lapangan untuk percepatan penanganannya.

Hal ini disiapkan demi memastikan kenyamanan pelanggan saat menggunakan layanan internet dari Smartfren. 

"Akses layanan data memang sudah meningkat sekitar 10 % - 15% dari bulan Februari ke Maret, dan kondisi jaringan Smartfren masih normal. Kapasitas jaringan Smartfren sudah dirancang memadai jika terjadi lonjakan trafik data, juga apabila peningkatan pengguna layanan data terjadi di sejumlah wilayah tertentu. Smartfren selalu siap mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas di setiap jaringannya," jelas Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys.

Sebagai salah satu bentuk dukungan kegiatan belajar para pelajar dan mahasiswa dari rumah, Smartfren telah meluncurkan Kartu Perdana 1ON+ (baca : ion plus) yang sangat terjangkau beserta varian Voucher Data yang berlaku mingguan.

Kartu perdana Smartfren 10N+. (Smartfren)
Kartu perdana Smartfren 10N+. (Smartfren)

 

Kartu perdana yang dibanderol dengan harga Rp 20 Ribu ini memberikan berbagai macam keuntungan, antara lain benefit aktivasi sebesar 0,5GB setiap bulannya selama 6 bulan dengan total kuota 3GB.

Untuk setiap pembelian voucher data, pelanggan juga akan mendapatkan bonus kuota mingguan dengan total bonus kuota hingga 13 GB selama setahun.

Masa aktif kartu perdana sangat panjang hingga 365 hari, sehingga pelanggan tidak perlu takut kartu akan hangus. 

Untuk melengkapi Kartu Perdana 1ON+, Smartfren juga meluncurkan Voucher Data Rp 7.500 dengan kuota 1GB dan Voucher Data Rp10.000 dengan kuota 1,5GB.

Dengan membeli kedua voucher tersebut, pelanggan akan mendapatkan full kuota 24 jam. kuota yang didapat pelanggan semuanya adalah kuota utama dan dapat digunakan di semua aplikasi untuk chatting, video streaming dan sosial media (FB, IG, twitter, dan lainnya).

Voucher ini dapat dibeli di Galeri Smartfren, outlet-outlet dan melalui aplikasi MySmartfren. Untuk mendapatkan bonus kuota mingguan, pelanggan cukup melakukan pembelian voucher data atau paket volume minimal Rp10.000 tiap minggu.

Bonus ini hanya didapatkan untuk satu kali dalam periode 7 hari dan tidak berlaku kelipatan. Diluar dari dua voucher tersebut, Smartfren juga memiliki beragam pilihan untuk paket kuota sesuai kebutuhan pengguna.

Untuk mendapatkan bonus mingguan di Kartu Perdana 1ON+, pelanggan cukup melakukan isi ulang dengan voucher Smartfren dimulai dari nominal Rp 7.500 sebesar 1GB, Rp 10.000 ada dua varian voucher yaitu sebesar 1,5 GB dan 4 GB, Rp 30.000 sebesar 10GB, Rp 40.000 sebesar 16GB, Rp 60.000 sebesar 30GB, hingga voucher senilai Rp 100.000 pelanggan akan mendapatkan kuota 60GB.

"Kami berharap pandemi virus Corona ini dapat segera berakhir, namun kami akan terus memantau perkembangan situasi terkini dan berkomitmen menyediakan layanan berkualitas untuk menjamin kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi. Tim kami yang siaga di lapangan akan selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja, supaya selalu siap memastikan jaringan Smartfren cepat dan stabil digunakan pelanggan", Ujar Merza.

Itulah kesiapan Smartfren dalam mendukung imbauan pemerintah untuk 'Kerja dari Rumah,  Belajar dari Rumah dan Beribadah di Rumah' sebagai langkah memutus rantai penyebaran virus corona COVID-19.

Terkait

Terkini