Jum'at, 03 April 2020

Kena Blokir eCommerce, Penimbun 17 Ribu Hand Sanitizer Bingung Jualnya

Tiga hari keliling borong hand sanitizer, pas mau dijual online malah kena blokir.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Hand Sanitizer. (Shutterstock)
Ilustrasi Hand Sanitizer. (Shutterstock)

Hitekno.com - Hand sanitizer jadi salah atu barang yang dibutuhkan ketika virus corona COVID-19 merebak. Namun tak sedikit yang memanfaatkan keadaan dengan menumbunnya.

Seperti Matt dan Noah Colvin, dua bersaudara yang tinggal di Chattanooga, Tennessee, Amerika Serikat (AS) sedang kebingungan dengan hand sanitizer .

Mereka telah mengumpulkan lebih dari 17 ribu botol hand sanitizer atau pembersih tangan sejak AS mengumumkan kasus kematian pertama karena virus corona baru (COVID-19). Namun, kini Colvin bersaudara kita tidak tahu lagi harus menjual itu semua dimana.

Disadur dari The New York Times, Sabtu (14/3/2020), pada 1 Maret, sehari setelah kasus kematian virus korona pertama di AS diumumkan, Matt dan Noah Colvin berangkat dengan mobil SUV untuk memborong hand sanitizer. Mereka mencari di sekitar Chattanooga.

Keduanya memborong semua hand sanitizer dan barang lainnya di Dollar Tree, Walmart, Staples dan Home Depot. Matt dan Noah membersihkan persediaan yang ada di rak-rak setiap toko.

Selama tiga hari, Noah Colvin melakukan perjalanan darat sepanjang 1.300 mil dari Tennessee dan ke Kentucky, mengisi truknya dengan ribuan botol pembersih tangan dan tisu antibakteri.

Sementara Matt Colvin yang tinggal di rumah, mempersiapkan rak untuk tempat ribuan tisu dan pembersih yang telah dibeli. Ia mulai mendaftarkannya di Amazon.

Ilustrasi mencuci tangan dengan hand sanitizer. (Pixabay/ Martin Slavoljubovski)
Ilustrasi mencuci tangan dengan hand sanitizer. (Pixabay/ Martin Slavoljubovski)

 

Colvin mengatakan dia telah memasang 300 botol pembersih tangan dan segera menjual semuanya dengan harga masing-masing antara 8 dan  70 dolar AS (Rp 117 ribu - Rp 1,2 juta). Harga tersebut berkali lipat lebih tinggi dari yang dia beli.

Baginya, "itu uang gila." Bagi banyak orang lain, itu mencari keuntungan di tengah pandemi.

Keesokan harinya, Amazon memblok barang-barang jualannya dan ribuan barang lainnya. Seperti pembersih, tisu dan masker wajah yang dijual dengan harga berkali lipat.

Amazon menangguhkan beberapa penjual di belakang daftar. Situs jual beli online ini memperingatkan banyak penjual bahwa jika mereka terus menaikkan harga, mereka akan kehilangan akun.

EBay segera mengikuti langkah-langkah yang lebih ketat, melarang penjualan masker atau pembersih di Amerika Serikat.

Kekinian, sementara jutaan orang di seluruh negeri susah payah mencari pembersih tangan untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona, Colvin bersaudara bingung dengan 17.700 botol hand sanitizer yang dimilikinya. Mereka tidak punya ide ke mana harus menjualnya.

"Ini adalah cambukan dalam jumlah besar," katanya kepada The New York Times.

"Awalnya berada dalam situasi di mana apa yang saya dapatkan dan datangi berpotensi membuat keluarga saya di tempat yang sangat bagus secara finansial. Tapi, apa yang akan saya lakukan dengan semua ini?" imbuhnya.

Colvin bersaudara adalah salah satu dari ribuan pengepul yang telah memborong persediaan hand sanitizer dan masker penting yang sekarang dijatah banyak rumah sakit.

Amazon mengatakan baru-baru ini menghapus ratusan ribu produk dan menangguhkan ribuan akun penjual yang menaikkan harga berkaitan dengan virus corona.

Selain Amazon, eBay, Walmart dan platform perdagangan online lainnya berusaha untuk menghentikan penimbun yang mencari keuntungan berlebihan dari wabah ini.

Itulah kisah penimbun hand sanitizer yang kini malah kebingungan mau menjualnya ke mana setelah kena blokir Amazon. (Suara.com/ Rifan Aditya).

Terkait

Terkini