Selasa, 31 Maret 2020

Cegah Penyebaran, Kreator TikTok Unggah Konten Edukasi Terkait Virus Corona

Beberapa kreator memberikan edukasi melalui video singkat di TikTok dengan cara yang fun dan simple.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Konten TikTok Alodoc. (TikTok)
Konten TikTok Alodoc. (TikTok)

Hitekno.com - Belum lama ini pemerintah secara resmi mengumumkan bahwa virus Corona tengah sampai di masyarakat Indonesia.

Novel Coronavirus 2019 atau disingkat nCOV-19 ini merupakan penyakit yang termasuk ke dalam golongan virus penyebab SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle-East Respiratory Syndrome).

Agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada, beberapa kreator memberikan edukasi melalui video singkat di TikTok dengan cara yang fun dan simple. Yuk kita simak video dari mereka!

1. Tanyakandokter

Konten TikTok Tanyakandokter  (TikTok)
Konten TikTok Tanyakandokter (TikTok)

 

Pemilik akun bernama Tanyakandokter menjelaskan bahwa virus Corona adalah virus yang menyerang saluran pernapasan. Penularan virus ini melalui droplet, yaitu cairan hidung dan mulut yang keluar ketika batuk dan bersin. Gejala yang muncul ketika terserang virus Corona adalah batuk, disertai demam tinggi di atas 38 derajat, dan kesulitan bernapas, seperti yang dijelaskan di video berikut.

2. Alodokter

Konten TikTok Alodoc. (TikTok)
Konten TikTok Alodokter. (TikTok)

 

Meski demikian, penyebaran virus Corona bisa diatasi dengan rajin mencuci tangan dengan cara yang tepat. Untuk itu, akun Alodokter memberikan tutorial tentang cara cuci tangan yang benar, meliputi telapak tangan, sela-sela jari, sampai dengan ujung kuku. Mau tau caranya? Tonton video berikut!

3. HalodocID

Konten TikTok Halodoc. (TikTok)
Konten TikTok Halodoc. (TikTok)

 

Nah, setelah tau cara mencuci tangan yang benar, lalu kapan sebaiknya kita mencuci tangan? Akun HalodocID menganjurkan kita untuk mencuci tangan sesering mungkin, khususnya sehabis batuk atau bersin, setelah dari toilet, serta sebelum dan sesudah makan, seperti yang disampaikan dalam video berikut.

4. World Health Organization (WHO)

Konten TikTok WHO. (TikTok)
Konten TikTok WHO. (TikTok)

 

Menghadapi virus Corona, banyak orang berupaya membeli masker untuk melindungi dirinya. World Health Organization (WHO)menjelaskan melalui akun TikTok mereka bahwa masker digunakan untuk penderita penyakit pernapasan, seperti demam, batuk, atau pilek, termasuk tenaga kesehatan yang menangani pasien tersebut. Selain itu, masker juga harus digunakan dengan benar, salah satunya tidak menggunakan kembali masker yang sudah dipakai. Simak penjelasan selengkapnya di video berikut.

5. Kemendikbud.RI

Konten TikTok Kemendikbud RI. (TikTok)
Konten TikTok Kemendikbud RI. (TikTok)

 

Sebagai penutup, Nadiem Makarim, selaku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rakyat Indonesia berpesan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah penularan virus Corona melalui videoTikTok, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, meningkatkan daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menggunakan masker atau menutup mulut saat bersin, serta mengunjungi pelayanan kesehatan masyarakat terdekat jika memiliki gejala demam dan sesak napas.

Donny Eryastha, selaku Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia and The Philippines memberikan komentar terhadap konten edukasi melawan Corona yang dibuat oleh beberapa kreator TikTok.

“Kami sangat mengapresiasi para kreator yang punya kepedulian terhadap kondisi yang terjadi saat ini dan mau membagikan ilmu mereka melalui akun TikTok. Kami percaya, berbagai fitur yang ada di TikTok dapat membawa hal positif, seperti yang dilakukan oleh kreator-kreator tersebut.''

Donny menambahkan bahwa banyak kreator TikTok yang menunjukkan kepeduliannya terhadap virus Corona ini, di antaranya juga ada kreator Dion haryadi, yang mengunggah video tentang anti biotik untuk bantu lawan Corona.

Kelly courtneyy yang mengunggah video pencegahan dengan gerakan unik, atau Gabrielle vinlie yang mengunggah video pencegahan virus corona berdasarkan Perhimpunan DokterParu Indonesia, dan masih banyak lagi.

TikTok telah tersedia di lebih dari 150 pasar dan dalam 75 bahasa, dengan strategi lokalisasi yang gencar untuk mendorong pengguna menciptakan serta berinteraksi melalui konten yang relevan dengan budaya serta tren lokal.

Terkait

Terkini