Selasa, 26 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 12 Maret 2020 | 19:12 WIB

Hitekno.com - Selain mengadakan program edukasi publik bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) pada hari Kamis (12/03/2020) di Gedung Auditorium Mandiri Fisipol UGM, Gojek juga menjelaskan beberapa teknologi yang diklaim dapat menjamin keamanan digital penggunanya.

Pada acara yang digelar hari ini (12/03/2020), Gojek bekerja sama dengan CfDS (Center for Digital Society) UGM juga turut mempublikasikan buku panduan berjudul "Kajian Peningkatan Kompetensi Keamanan Digital di Indonesia".

Buku kajian tersebut berfungsi sebagai panduan industri untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan digital.

Hasil riset Center for Digital Society (CfDS) UGM mengungkapkan bahwa banyak penipuan digital marak terjadi akibat rendahnya pemahaman pengguna akan keamanan digital, termasuk pentingnya mengamankan informasi pribadi seperti kode One Time Password (OTP), dan pentingnya waspada penipuan berbasis rekayasa sosial atau “manipulasi psikologis”.

Ardhanti Nurwidya selaku Senior Manager Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek dalam acara diskusi Diskusi Publik berjudul “Berinteraksi di Platform Digital dengan Aman dan Nyaman” menjelaskan bahwa keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama perusahaannya.

Buku panduan industri ini diterbitkan dari kerja sama Gojek dan CfDS UGM. (Gojek)

 

Berbagai investasi telah dialokasikan Gojek guna senantiasa menjaga keamanan dan kepercayaan pelanggan maupun mitra.

"Komitmen terhadap keamanan dan keselamatan kami tunjukkan dengan pemanfaatan teknologi terkini dan tercanggih untuk memberikan rasa aman saat menggunakan aplikasi Gojek serta pengadaan berbagai program proteksi baik bagi konsumen maupun mitra kami. Dua minggu lalu, kami telah meluncurkan Inisiatif #AmanBersamaGojek guna terus menunjukkan keseriusan kami,” ungkap Ardhanti.

Edukasi ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah dan instansi akademik seperti CfDS Universitas Gadjah Mada.

Guna memastikan keamanan pengguna selama memanfaatkan aplikasi, Gojek ujar Ardhanti, telah memanfaatkan teknologi terkini dan canggih yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, serta dioperasikan oleh tim keamanan digital kelas dunia.

Buku panduan industri ini diterbitkan dari kerja sama Gojek dan CfDS UGM. (Gojek)

 

Serangkaian teknologi yang diberi nama Gojek SHIELD tersebut akan memastikan keamanan dari sebelum memulai perjalanan, selama perjalanan, dan pada saat darurat.

Fitur tersebut diantaranya: penyamaran nomor telepon baik pengguna maupun mitra driver, fitur bagikan perjalanan, serta tombol darurat yang terhubung dengan Customer Care dan Unit Darurat yang siaga 24/7 dan mengadopsi perspektif korban.

Memanfaatkan machine learning, Gojek SHIELD mampu mencegah dan menindak setiap perilaku mencurigakan yang terjadi pada platform Gojek.

Ardhanti Nurwidya selaku Senior Manager Gojek saat menjadi pembicara di gedung Auditorium Mandiri Fisipol UGM. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Baru-baru ini, berkat deteksi dini yang dilakukan secara sistem, Gojek dapat memberikan bukti kepada pihak kepolisian di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengungkap sindikat kriminal pelaku order fiktif yang bekerja menggunakan aplikasi Fake GPS dan aplikasi modifikasi.

Lebih lanjut, Gojek juga telah menyiapkan berbagai langkah meminimalisir resiko di bawah pilar proteksi, mulai dari berbagai pelatihan hingga beragam jaminan perlindungan asuransi.

Pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pelatihan anti-kekerasan seksual, serta keselamatan berkendara.

Melalui acara Diskusi Publik dan peluncuran buku panduan bekerja sama dengan CfDS UGM, Gojek berharap agar kesadaran masyarakat tentang keamanan digital juga bisa bertambah.