Kamis, 24 September 2020
Agung Pratnyawan : Jum'at, 28 Februari 2020 | 08:05 WIB

Hitekno.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bercerita tentang apa yang ditemukan dalam komentar postingan Instagram miliknya. Ia heran menemukan penawaran obat penggemuk badan dalam kolom kemantar akun miliknya.

Cerita ditawari obat penggemuk badan  ini ia ungkap saat mengisi acara Indonesia Digital Economy 2020 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Melalui akun Instagram-nya, Jokowi menambahkan, "Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali?"

Ia melihat bahwa banyak unggahan di Twitter, Facebook, Instagram dan grup WhatApp yang digunakan sebagai lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari.

Fenomena ini ia simpulkan sebagai bentuk kreativitas masyarakat Indonesia di era digital.

Jokowi saat mengisi acara Indonesia Digital Economy 2020 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Instagram/Jokowi)

 

Jokowi memaparkan bahwa saat ini Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar dengan pertumbuhan paling cepat di ASEAN.

Ia menjelaskan nilai ekonomi Indonesia paa tahun 2019 mengalami kenaikan pesat hingga 40 miliar dolar AS atau senilai 560 triliun rupiah. Ia memperkirakan bahwa tahun 2025 ekonomi digital Indonesia akan mencapai 133 miliar dolar AS.

Ekosistem startup yang bagus juga dianggapnya menjadi modal Indonesia untuk berkembang dalam persaingan pasar digital.

"Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Kita memiliki 2.193 startup. Dan itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Di tahun 2018 saja, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia." tulisnya melalui Instagram.

Itulah herannya Presiden Jokowi menemukan kreativitas masyarakat Indonesia, memanfaatkan kolom komentar untuk menawarkan obat penggemuk badan di Instagram. (Suara.com/ Farah Nabilla).

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Dapat Silver Play Button karena COVID-19?