Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 26 Februari 2020 | 09:30 WIB

Hitekno.com - Pembahasan virus corona Covid-19 memang ramai di dunia maya yang juga diikuti tersebarnya hoaks. Bahkan tak sedikit Hoaks virus corona yang ditemukan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 127 hoaks atau berita bohong mengenai penyebaran virus Corona jenis baru (COVID-19) per 25 Februari 2020.

"Sebanyak 127 hoaks dan disinformasi per 25 Februari, per hari ini," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Jumlah itu naik dari hanya 119 hoaks virus Corona pada 23 Februari 2020 kemarin, 86 konten hoaks di 12 Februari 2020, dan naik lebih dari dua kali lipat ketimbang di awal Februari.

Salah satu hoaks yang menjadi sorotan Plate adalah virus corona menular lewat gigitan nyamuk.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

 

"Ini hoaks. Faktanya informasi tersebut salah. WHO melalui akun resminya menyatakan bahwa virus corona tidak dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk. Disebutkan secara umum virus corona menyebar melalui cairan dari seseorang yang terinfeksi seperti saat mereka batuk dan bersin," ungkap Johnny Plate.

Menkominfo meminta agar penyebaran hoaks virus corona tersebut segera dihentikan karena merusak perekonomian.

"Merusak rakyat, membuat takut. Baik hoaks dan disinformasi, dua-duanya itu melanggar aturan," tambah Johnny Plate.

Meski demikian, jelas Johnny Plate, Kementerian Kominfo tak bisa langsung menghapus atau memblokir konten hoaks.

"Takedown ada dua. Satu harus dilakukan oleh ISP (Internet service provider) yaitu blokir, yang satu dilakukan over the top yaitu takedown. Kewenangan Menkominfo kalau sudah melanggar semua aturannya setelah diseleksi diperiksa semuanya diteruskan pada ISP dan over the top perusahaan global untuk melakukan tindakan karena telah terjadi pelanggaran aturan," ungkap Menkominfo.

Itulah banyaknya penyebaran hoaks virus corona yang ditemukan Kominfo di dunia maya. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

Gagal Tindak Tegas Berita Hoaks, Facebook Dicap Sebagai Platform Berbahaya