Jum'at, 21 Februari 2020

Niat Cegah Virus Corona Pakai Alkohol, Wanita Ini Malah Terbakar

Dokter menyarankan, memakai alkohol dalam jumlah kecil untuk tujuan disinfeksi sudah cukup.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Hitekno.com - Sempat beredar kabar alkohol mampu menghalau virus corona yang merebak di China. Namun kabar ini telah dibantah oleh pakar kesehatan.

Kasus asal pakai alkohol untuk disinfeksi virus corona telah terjadi lebih dari satu kali. Kesalahan tersebut membuat kulit seorang warga China terbakar cukup parah.

Dilaporkan World of Buzz, Senin (10/2/2020), kasus pertama, menimpa seorang warga China di rumahnya. Saat itu, wanita yang tidak disebutkan namanya ini menyemprot tubuhnya dengan alkohol untuk mensterilkan diri.

Tetapi ketika, dia berjalan ke dapurnya, kebakaran dan ledakan terjadi. Wanita tersebut mengalami luka-lukanya yang serius.

Insiden kedua, dialami oleh seorang pekerja pabrik berusia 37 tahun bernama Xiao Zhang pada Sabtu (8/2/2020).

Sebenarnya, pabrik tempatnya bekerja ditutup karena wabah virus corona. Namun, pria itu masuk untuk memperbaiki mesin.

Pekerja pabrik benang poliester di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China ini menderita luka bakar tingkat tiga. Bagian wajah, leher, dan tangannya melepuh.

Ilustrasi kulit terbakar (Freepik/everyonephoto)
Ilustrasi kulit terbakar (Freepik/everyonephoto)

 

Beberapa saat sebelum berangkat bekerja, Zhang menyeka kepala, wajah, leher, dan anggota tubuhnya dengan alkohol. Ia berkeyakinan, hal ini dapat mensterilkan kulitnya saat bekerja di tengah wabah virus.

Namun, saat bekerja di dekat kompor pemanas, pakaian Zhang terbakar dan dia langsung dilalap api.

Pria itu dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengungkapkan bahwa 15 persen tubuh Xiao Zhang menderita luka bakar tingkat dua hingga tiga.

Luka paling parah ada di bagian lehernya. Saluran pernapasan Zhang juga terbakar.

Dokter telah melakukan trakeotomi dan intubasi pada Xiao Zhang. Mereka membuat sayatan di leher untuk membuka jalan napas langsung ke trakea.

"Jika tidak membuat sayatan, muntah akan terjadi dalam waktu 24 jam, dan beresiko terhadap keselamatan pasien," kata dokter.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

 

Akibat luka bakar di tangannya, Zhang mengalami kesulitan beraktifitas dan kemungkinan memerlukan perawatan rehabilitasi dan cangkok kulit.

Dokter, melalui World of Buzz, telah menyarankan bahwa menggunakan alkohol dalam jumlah kecil untuk tujuan disinfeksi sudah cukup.

Jika diperlukan dalam jumlah besar, sebaiknya hindari nyala api terbuka atau sakelar daya sampai alkohol di kulit benar-benar menguap.

Penjelasan Ahli Soal Alkohol Bunuh Virus Corona

Virus dengan identitas 2019-nCoV tersebut dipercaya dapat dibunuh dengan beberapa cairan kimia seperti disinfektan bahkan alkohol.

Hal tersebut diungkapkan oleh spesialis Mikrobiolohi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, MSc., Ph.D., Sp.MK(K) dalam acara Media Briefing "Fakta Corona Virus dan Influenza, Perilaku dan Pencegahan Penyakitnya" di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Selasa, (4/2/2020).

Fera mengatakan bahwa virus secara umum, termasuk virus corona, merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang.

Virus baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau masuk ke dalam sel hidup. Itu artinya, saat virus corona berada di ruang terbuka dan belum menjangkiti inang sel, virus dapat dilumpuhkan. Salah satunya dengan melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat celcius selama 30 menit.

Virus juga, kata Fera, dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu serta cairan disinfektan yang mengandung chlorine, hydrogen peroxide disinfectant, chloroform dan pelarut lipid. (Suara.com/ Rifan Aditya).

Terkait

Terkini