Kamis, 28 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini : Kamis, 06 Februari 2020 | 08:52 WIB

Hitekno.com - Saat wabah virus corona yang menghantui penduduk dunia, seorang influencer dan juga traveler asal Kanada ini ramai dihujat usai prank soal virus asal Wuhan tersebut di pesawat

Potok Philippe adalah seorang musisi dan selebgram yang saat itu ikut penerbangan dari Toronto ke Jamaica dengan maskapai WestJet.

Di tengah-tengah penerbangan, pria 28 tahun ini tiba-tiba saja membuat pengumuman yang menghebohkan penumpang pesawat. Parahnya lagi, Potok Philippe mengaku jika itu cuma candaan.

"Akan lebih parah jika aku berkata hei aku punya bom yang terikat kepadaku, aku punya senjata padaku. Orang-orang membuatnya seakan ini hal besar. Untukku ini cuma candaan sederhana," kata Potok Philippe seperti dilansir The Sun.

Tak cuma itu, Potok pun mengaku jika aksi ini dilakukan lantaran dirinya berniat untuk viral.

"Sekitar setengah jalan penerbangan, aku berdiri, mengeluarkan kamera videoku. Aku hendak mengunggahnya ke Instagram, mengirimnya ke 6ixbuzz agar viral."

Ilustrasi pakai masker. (Pexels/Billy Markus)

Menurut Potok, saat itu dirinya berkata, "Bisakah aku mendapat perhatian Anda semua. Aku baru saja kembali dari provinsi Hunan, ibukota dari virus Corona. Aku merasa tidak enak badan. Terima kasih."

Virus Corona sendiri sebenarnya pertama ditemukan di Wuhan, bukan Hunan. Namun, kata-kata Potok Philippe ini sukses membuat panik.

Karena ulahnya, pesawat pun terpaksa berputar balik. Potok Philippe lantas dibawa keluar dari pesawat dengan menggunakan masker dan kacamata.

Hasil tes membuktikan jika Potok Philippe tidak positif virus Corona. Namun, banyak penumpang terlanjur merasa geram karena penerbangan mereka harus berputar balik.

Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)

Meski awalnya ngotot hanya ingin bercanda, Potok Philippe sendiri akhirnya meminta maaf karena tidak memahami seberapa berbahayanya virus Corona.

"Aku benar-benar minta maaf untuk ketidaktahuanku bahwa ini adalah epidemi, bahwa orang-orang mendengar kata tersebut (corona) dan menjadikannya sinonim dengan ancaman."

"Aku kira apa yang kulakukan akan menghasilkan sebuah reaksi. Aku tidak menyangka ini ilegal atau membuatku ditangkap. Mungkin ini bukan hal terbaik untuk dilakukan," tambahnya.(Suara.com/ Amertiya Saraswati)