Sabtu, 19 September 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Senin, 03 Februari 2020 | 12:26 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini, video perusakan musala di Minahasa Utara menjadi topik hangat di media sosial. Ikut menyesalkan aksi perusakan musala ini, akun Twitter Kementerian Agama menyampaikan rasa dukanya. Sayangnya, akun tersebut justru dituding hoax oleh netizen.

Sebelumnya, pada Jumat (31/1/2020), sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang melakukan perusakan rumah ibadah di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut nampak beberapa orang yang merusak bangunan musala, dari tembok, kain pembatas shaf antara wanita dan pria, hingga atap musala.

Mengutip Suara.com, Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Anton Tabah menilai bahwa perlu adanya peningkatan komunikasi antar umat beragama agar hal serupa tidak kejadian di masa depan.

Mengenai hal ini, Kementerian Agama RI melalui akun Twitter-nya @Kemenag_RI menyampaikan duka dan menyesalkan aksi vandalisme yang terjadi di Musala Al Hidayah di Minahasa Utara ini.

Perusakan musala di Minahasa Utara. (twitter/Kemenag_RI)

 

''Menag sesalkan perusakan Musala Al Hidayah di Minahasa Utara. Menag apresiasi kinerja aparat. Surat rekomendasi pendirian masjid sudah terbit. Deklarasi damai sudah dikeluarkan'' tulis @Kemenag_RI dalam cuitannya.

Sayangnya, cuitan ini justru dituding hoax oleh netizen. Pasalnya, telah dikonfirmasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi bahwa aksi perusakan musala di Minahasa
Utara ini adalah disinformasi.

''Wahai admin @Kemenag_RI jangan sebar hoax. Yang dirusak itu bukan musala tapi balai pertemuan,'' ungkap akun @Kars104.

Perusakan musala di Minahasa Utara. (Kominfo)

 

Dalam artikel disinformasi yang terbit di situs resmi Kominfo, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa peristiwa ini bukanlah perusakan musala melainkan perusakan Balai Pertemuan Umat (BPU) Muslim di Perum Griya Agape.

Walaupun telah menyampaikan rasa sesalnya terkait perusakan musala di Minahasa Utara ini, banyak netizen yang menuntut agar informasi tersebut segera diralat sebelum menimbulkan disinformasi lainnya ke depannya.

BACA SELANJUTNYA

Kerap Pulang Malam, Pernikahan Remaja SMP dan Bocah SD Ini Bikin Geger