Minggu, 31 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini : Rabu, 29 Januari 2020 | 08:34 WIB

Hitekno.com -  Virus corona yang berasal dari Wuhan, China makin merebak. Jumlah kasus kematian virus corona Wuhan makin meningkat setiap harinya.

Dilansir dari Suara.com, hingga Selasa (28/1/2020) terdeteksi lebih dari 4000 kasus dan 106 dilaporkan meninggal dunia.

Cepatnya menyebar virus ini membuat warga Wuhan tak bisa beraktifitas seperti biasanya dan terjebak di apartemen masing-masing.

Terisolasi selama berhari-hari, warga Wuhan menyerukan dukungannya satu sama lain. Mereka berteriak agar saling semangat satu sama lain menghadapi wabah virus corona ini.

Wuhan Jiayou. (Twitter/@Yukitang77)

 

Unggahan tersebut kini tengah viral di Twitter dan berbagai platform media sosial dan mendapatkan beragam respon dari netizen.

Bahkan ''Wuhan Jiayou ''ini menduduki kolom trending topik di Twitter pagi ini, Rabu (29/1/2020).

Dalam video berdurasi 15 detik tersebut, terdengar warga Wuhan yang terisolasi di apartemen meneriakan ''Jiayou'' yang berarti ''Semangat''.

Video singkat ini diunggah netizen di berbagai platform media sosial, termasuk netizen @Yukitang77 dan akun @Ayulrast di Instagram.

Dalam unggahannya ia menuliskan ''MasyaAllah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21:15 gak sengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari masyarakat Wuhan yang bilang (Wuhan jiayou!) Yang artinya "Semangat Wuhan!" Seketika merinding, campur haru :')''

Menurutnya hal seperti dilakukan untuk saling mendukung satu sama lain agar tak merasa sendiri di tengah wabah virus corona ini.

''Teriakan ini dilakukan untuk saling support satu sama lain, seluruh warga Wuhan, biar kita ngga ngerasa sendirian. Aku bener-bener kali pertama ngerasain pengalaman kayak gini, Semangat Wuhan, semangat temen-temen Indonesia, jiayou!'' tulis @Ayulrast.

Sementara itu, berdasarkan laporan resmi WHO, penyebaran virus Corona tipe baru atau novel coronavirus (2019-nCov) terus bertambah ke 14 negara dengan jumlah yang melonjak hampir dua kali lipat dibanding hari sebelumnya sebanyak 2.798 menjadi 4.593 kasus positif, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).