Sabtu, 30 Mei 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 27 Januari 2020 | 17:00 WIB

Hitekno.com - Meski kita sudah berada pada abad modern, sebagian kecil dari kelompok masyarakat tertentu masih ada yang mengabadikan kebudayaan suku kuno. Sebuah pemakaman seorang remaja yang diduga meninggal karena bunuh diri ini diiringi oleh sekelompok pemuda yang sangat emosional dalam menari sehingga membuat netizen salut sekaligus sedih.

Tak hanya salut, mereka bahkan bisa melihat emosi yang sangat dalam pada orang-orang yang menari untuk memberikan penghormatan terakhir pada temannya ini.

Sebuah akun fanspage Facebook bernama UNILAD membagikan unggahan video pada hari Sabtu (25/01/2020) ketika sekelompok teman dan saudara dari seorang remaja melakukan gerakan tarian yang tidak biasa.

Video yang dibagikan berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 79 ribu Like dan ribuan komentar dari netizen.

Sangat menyentuh hati, video tersebut bahkan telah dibagikan lebih dari 17 ribu kali hanya dalam waktu dua hari saja.

Tarian Haka khas suku Maori ini dilakukan sebagai tanda perpisahan pada temannya yang sudah meninggal. (YouTube/ Anthony Hall)

 

Dikutip dari Daily Mail, video itu sebenarnya terekam pertama kali sejak tahun 2017 lalu.

Namun hingga kini video tersebut masih viral di Facebook karena menampakkan sisi emosional yang luar biasa pada sebuah gerakan.

Tak menampakkan kebahagiaan, orang-orang yang menari Haka khas suku Maori justru terlihat menahan kesedihan mendalam sembari tetap memaksakan gerakan penghormatan.

Aksi sekumpulan teman dan saudara ini dilakukan pada pemakaman seorang remaja asal Selandia Baru bernama Jarom Hadley Nathaniel Rihari.

Hadley diduga meninggal karena bunuh diri sehingga beberapa teman dan saudara dekatnya terlihat sangat terpukul saat melakukan tarian Haka 'Tau Ka Tau' dari suku Maori.

Tarian tersebut termasuk sebuah tarian yang cukup kuno karena diprediksi sudah ada sejak tahun 1300-an di Selandia Baru.

Haka bukan hanya tarian dalam menyambut perang, namun bisa juga sebagai tarian selamat datang bagi tamu-tamu penting, acara besar hingga pemakaman.

Dalam video, terlihat seorang pemimpin tarian Haka yang menahan tangis sambil tetap berteriak dan melakukan gerakan penghormatan.

Aksi sekelompok orang yang melakukan tarian suku kuno pada pemakaman temannya ini mendapatkan beragam komentar dari netizen.

"Pemimpin yang mengomando gerakan tarian benar-benar membuatku terkejut. Turut berduka cita atas sakit yang tak terlihat pada remaja itu sehingga menyebabkan di melakukan ini," kata Kathyreina Boadicea.

"Aku menangis sedih menyaksikan pemuda yang berada di depan. Jika memiliki kepekaan, kamu bisa merasakan kehancuran dan kesedihan pada dirinya. Rasa hormat yang setinggi-tingginya pada orang ini," komentar Belinda Moore.

"Tidak ada yang lain selain apresiasi tinggi pada anak-anak muda ini yang menghormati teman mereka dengan segenap kemampuan. Aku menangis saat menyaksikannya," balas Kathyreina Boadicea.

Catatan Redaksi: Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.