Jum'at, 21 Februari 2020

10 Kali Lipat Kecepatan 5G, Jepang Bersiap Mengembangkan 6G

Jaringan 6G di Jepang diharapkan sudah siap pada tahun 2030.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Ilustrasi jaringan 6G. (YouTube/ Phonly)
Ilustrasi jaringan 6G. (YouTube/ Phonly)

Hitekno.com - Pada tahun 2020, kita dijejali dengan banyak informasi mengenai konektivitas 5G karena di tahun ini operator internasional sedang menggalakkan jaringan 5G. Meski 5G masih dalam tahap pembangunan, Jepang justru sudah bersiap mengembangkan jaringan 6G.

Tak main-main, mereka menyiapkan jaringan 6G yang diharapkan mempunyai kecepatan 10 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan jaringan 5G.

Itu berarti jaringan 6G di Jepang bisa mencapai sekitar 50 hingga 100 Gbps.

Menurut laporan dari Nikkei, Jepang telah merencanakan strategi komprehensif untuk teknologi "post-5G" atau 6G.

Mereka mengklaim bahwa kecepatan jaringan 6G di tahun 2030 bisa mempunyai kecepatan 10 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan konektivitas 5G saat ini.

Ilustrasi robot yang dikendalikan manusia. (Pixabay/ Gerd Altmann)
Ilustrasi robot yang dikendalikan manusia. (Pixabay/ Gerd Altmann)

 

Laporan tersebut menyatakan bahwa China, Korea Selatan dan Finlandia telah memulai penelitian serta pengembangan pada segmen yang sama.

Secara mengejutkan, Jepang terlihat "lambat" dalam mengadopsi teknologi 5G.

Itu sebabnya Jepang ingin menebusnya dengan dorongan awal yang lebih cepat untuk menuju 6G.

Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang akan membentuk penelitian berbasis masyarakat-pemerintah pada Januari 2020 di bawah pimpinan Universitas Tokyo Goshinjin.

Ilustrasi video call dengan menampilkan tubuh hologram. (Youtube/ Tuts+ Motion Graphics)
Ilustrasi video call dengan menampilkan tubuh hologram. (Youtube/ Tuts+ Motion Graphics)

 

Orang-orang dari NTT (Nippon Telegraph and Telephone) dan Toshiba juga akan diundang dalam pembahasan lebih lanjut mengenai kinerja jaringan 6G pada bulan Juni 2020.

Dikutip dari Gizmochina, Jepang mengklaim bahwa teknologi "post-5G" atau 6G dimungkinkan untuk menggambarkan masyarakat masa depan di mana gambar stereoskopis individu muncul dari ruang konferensi (video virtual 3D) dan robot yang bisa merawat orang dari jarak jauh.

Jepang akan menginvestasikan 2 miliar dolar AS atau Rp 27,3 triliun dalam tahap awal penelitian dan pengembangan jaringan 6G.

Terkait

Terkini