Kamis, 28 Mei 2020
Rendy Adrikni Sadikin : Rabu, 11 Desember 2019 | 11:48 WIB

Hitekno.com - Presiden Joko Widodo memang acapkali mengabadikan kegiatan melalui video blog alias vlog yang diunggah ke sejumlah akun media sosial resmi miliknya. Namun, kegiatan itu memantik sindiran dari pengamat politik Rocky Gerung.

Sindiran tersebut dilayangkan Rocky Gerung dalam wawancara yang diunggah ke channel situs berbagi video Youtube milik Geolive seperti dikutip Suara.com pada Selasa (10/12/2019).

Mulanya Rocky menilai Jokowi--sapaan karib Joko Widodo--yang memiliki tiga anak dan tiga cucu itu tampak lebih baik ketika berperan sebagai kepala keluarga, bukan kepala negara.

"Dulu saya pernah bilang yang ditampilkan adalah passion dia kepada keluarga, jadi Pak Jokowi baik sebagai kepala keluarga, positif, tapi buruk sebagai kepala negara," kata Rocky Gerung.

Kemudian, Rocky Gerung mengatakan Jokowi juga baik saat merekam video kesehariannya alias menjadi vlogger.

"Yang positif itu keahlian beliau untuk vloging, itu positif (saya tahu karena) sinopsisnya kan dikasih ke televisi segala macam,” kata Rocky.

Rocky menilai, Jokowi sebagai presiden seharusnya berhasil mencerdaskan kehidupan bangsa serta melindungi rakyat miskin.

"Itu tugas presiden, sekarang kita lihat dua fungsi itu, kemiskinan bertambah, kecerdasan memburuk.”

Nah, aksi vlog Jokowi memang sudah menjadi rahasia umum. Bisa dibilang, Jokowi mungkin merupakan salah satu presiden yang melek terhadap teknologi. Tengok saja unggahan-unggahannya di Instagram.

Untuk melihat vlog milik orang nomor satu di Indonesia ini, kamu bisa mencarinya melalui jejaring sosial Instagram dengan menulis tagar #jkwvlog. Ya, #jkwvlog merupakan branding dari setiap vlog milik Jokowi.

Salah satu vlog Jokowi adalah ketika suami Iriana Widodo itu membawa cucu laki-lakinya, Jan Ethes, berjalan-jalan di pekarangan Istana Bogor, Jawa Barat. Judul vlog itu: Jalan Pagi Bareng Jan Ethes.

Vlog itu sempat memantik kontroversi. Sebab, vlog itu dipublikasi ketika tengah terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi di Sumatera dan Kalimantan.

Suara.com/Stephanus Aranditio

Anda ingin mendapatkan info berita menarik?