Minggu, 17 November 2019

Bercanda Menyewa Pembunuh Bayaran di Instagram, Remaja Ini Ditangkap Polisi

Gara-gara bercanda, remaja ini ditangkap polisi dan dikeluarkan dari sekolah.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi assassin atau pembunuh bayaran. (Pixabay/ MichaelWuensch)

Hitekno.com - Sebuah kasus cukup unik yang melibatkan salah satu postingan candaan siswa terjadi di Florida, Amerika Serikat. Seorang remaja laki-laki berumur 18 tahun ditangkap oleh kepolisian setempat setelah mengirimkan pesan "bernada pembunuhan".

Nicholas Godfrey, yang masih bersekolah di Fivay High School diduga berniat mempekerjakan pembunuh bayaran.

Dalam sebuah pesannya, Godfrey diyakini berusaha agar pembunuh bayaran mengeliminasi salah satu orang di Fivay High School.

Sejak pesannya membuat heboh salah satu grup sekolah di media sosial Instagram, Godfrey didakwa dengan upaya tingkat pertama untuk meminta seorang pembunuh bayaran sehingga dibawa ke penjara yang ada di Pasco County.

Menurut keterangan dari kepala kepolisian Pasco County, Chris Nocco, mereka belum mengetahui masalah apa yang dialami oleh Godfrey dan target yang ingin dieliminasi.

Godfrey dihukum pidana setelah bercanda menyewa pembunuh bayaran di Instagram. (YouTube/ ABC News)
Godfrey dihukum pidana setelah bercanda menyewa pembunuh bayaran di Instagram. (YouTube/ ABC News)

 

Namun, mereka (target Godfrey) tetap diberi perlindungan yang dianggap sebagai tindakan "pencegahan".

Sebuah pesan yang dikirimkan oleh Godfrey memang menjurus ke arah percobaan pembunuhan.

"Aku butuh orang yang bisa membunuh seseorang. Aku tidak bercanda. Aku membutuhkan pembunuh bayaran secepatnya," kata Godfrey dalam tulisan di Instagram yang membuatnya ditangkap polisi.

Dalam postingan juga disebutkan bahwa Godfrey menawarkan 100 ribu dolar AS atau Rp 1,4 miliar bagi seseorang yang mampu mengeliminasi target yang ia maksud.

Dikutip dari NBC News, Godfrey ditangkap di rumahnya yang ada di New Port Richey, Pasco County, Florida di hari Kamis (31/10/2019) dan dibebaskan dengan jaminan bersyarat pada hari Jumat (1/11/2019).

Setelah diinterogasi, Godfrey menjelaskan bahwa dirinya hanya bercanda dan mengganggap itu hanya sebagai lelucon serta ia tak ada niatan untuk membunuh.

"Sebagai korban dan keluarga mereka, bayangkan jika Anda mendapatkan pemberitahuan itu. Orang ini mengira itu lucu, mungkin mengira mereka dapat membuat lelucon. Ancaman pembunuhan seharusnya tidak dijadikan lelucon," kata Chris Nocco.

Karena pesan di media sosial Instagram, kini Gofrey harus mendapatkan pengawasan penuh dari kepolisian Florida dan dikeluarkan dari Fivay High School.

Terkait

Terkini