Sabtu, 04 April 2020

Begini Cara Google Doodle Merayakan Hari Batik Nasional

Selamat Hari Batik Nasional.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Google Doodle rayakan Hari Batik Nasional. (Google)
Google Doodle rayakan Hari Batik Nasional. (Google)

Hitekno.com - Hari ini, Rabu 2 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Tidak mau ketinggalan, Google Doodle pun ikut merayakannya.

Terlihat doodle dalam halaman pencarian Google, gambar batik sebagai bagian perayaan Hari Batik Nasional.

Didominasi dengan warna biru dan emas, tulisan Google yang ditempatkan di bagian tengah pun memiliki warna emas yang identik dengan ciri khas batik tulis.

Indonesia sendiri telah dikenal atas kekayaan Batik sejak abad ke-4 dengan desain dan warna bervariasi, sesuai dengan desa dan kelompok etnis yang tersebar di berbagai pulau.

Dilansir dari laman Google Doodle, batik telah menjadi seni dan kerajinan selama berabad-abad dan merupakan bagian dari tradisi kuno.

Kata Batik berasal dari kata bahasa Jawa "Amba" yang berarti menulis dan akhiran "Titik" yang berarti titik kecil atau membuat titik-titik.

Dalam sebuah manuskrip tentang daun lontar yang berasal dari sekitar tahun 1520 SM yang ditemukan di Galuh, Cirebon Selatan, Jawa Barat, juga tertulis bahwa Batik memiliki arti "Seratan", yang dalam bahasa Jawa berarti menulis.

Doodle batik. [Google]
Doodle batik. [Google]

 

Doodle yang ditampilkan Google dalam halaman pencarian sendiri merupakan gabungan dari tiga motif batik berbeda. Dari sisi paling kanan, Google menggunakan motif Batik Kawung, bagian tengah motif batik Parang Rusak, dan bagian kiri bermotif Batik Truntum.

Batik Kawung sendiri merupakan motif batik yang berbentuk seperti bulatan mirip buah kawung atau terkadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling yang ditata rapi secara geometris.

Di sisi lain, motif ini juga ditafsirkan sebagai gambar bunga lotus dengan empat lembar mahkota bunga yang merekah. Motif Kawung memiliki makna kesempurnaan, kemurnian, dan kesucian.

Sedangkan, Batik Parang merupakan salah satu motif Batik paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng.

Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan.

Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudera yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

Motif ini memiliki makna petuah yang tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak.

Google Doodle rayakan Hari Batik Nasional. (Google)
Google Doodle rayakan Hari Batik Nasional. (Google)

 

Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Sementara itu, motif Batik Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana memiliki makna cinta yang tumbuh kembali.

Ia menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang. Kain bermotif Truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari pernikahan.

Dikarenakan ini merupakan Hari Batik Nasional, doodle tersebut hanya ditampilkan di wilayah Indonesia.

Seperti yang diketahui, pengguna dapat menemukan berbagai berita mengenai Hari Batik Nasional hanya dengan mengeklik ikon doodle yang terpampang di halaman awal pencarian. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Terkait

Terkini