Rabu, 27 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 18 September 2019 | 08:30 WIB

Hitekno.com - Kembali terjadi kasus bocornya data pribadi yang kali ini diduga milik penumpang maskapai ternama. Diduga jutaan datan milik penumpang Lion Air telah bocor dan tersebar di internet.

Diwartakan Bleeping Computer, Selasa (17/9/2019), data pribadi yang diduga milik jutaan penumpang Lion Air ini berdar di sejumlah forum online selama sebulan terakhir.

Data milik penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air, dua maskapai di bawah Lion Air, disebar di Amazon Web Services, layanan cloud milik Amazon. Malindo Air diketahui bermarkas di Malaysia sementara Thai Lion Air di Thailand.

Lebih lanjut disebutkan bahwa data-data berisi informasi pribadi penumpang itu disimpan dalam dua data base. Dalam data base pertama ditemukan 21 juta data penumpang, sementara data base kedua berisi 12 juta data penumpang.

Selain data dari Malindo Air dan Thai Lion Air, juga ditemukan data penumpang Batik Air. Berbeda dari dua maskapai yang disebut di awal, Batik Air lebih banyak beroperasi di Indonesia.

Dalam data-data yang bocor itu ditemukan informasi sensitif seperti nama, nomor pemesanan tiket, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor paspor, dan tanggal kedaluwarsa paspor penumpang.

Belum diketahui apakah ada data milik penumpang asal Indonesia yang juga bocor.

Pesawat Lion Air. (Shutterstock)

 

Tetapi dalam cuplikan data yang diunggah akun Twitter Under The Breach, diketahui bahwa sebagian besar penumpang yang datanya diumbar berasal dari Thailad.

Hingga saat ini data puluhan juta data penumpang Lion Air itu masih beredar di internet.

Suara.com telah menghubungi Lion Air untuk meminta konfirmasi. Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro yang dihubungi via pesan singkat mengatakan akan memeriksa laporan kebocoran data tersebut.

"Mas, saya akan cek terlebih dahulu ya," jawab Danang saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.

Kita tunggu saja konfirmasi resmi dari pihak Lion Air terkait dugaan bocornya data pribadi dari jutaan penumpang ini. (Suara.com/ Liberty Jemadu).