Rabu, 18 September 2019

Blokir Internet di Papua Akan Dicabut 5 September 2019, Tapi Ada Syaratnya

Wiranto terus berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN sebelum memutuskan blokir internet di Papua dicabut.

Agung Pratnyawan
cover_caption
Ilustrasi akses internet. (Pixabay)

Hitekno.com - Kebijakan blokir internet di Papua telah berlangsung dua pekan. Dan akhirnya ada tanda-tanda pemerintah kan mencabut pemblokiran ini pada 5 September 2019.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/9/2019), mengatakan Menkopolhukam bahwa blokir internet di Papua dan Papua Barat akan dicabut pada 5 September 2019.

Namun dengan syarat jika kondisi di dua provinsi paling timur Nusantara itu selama 3 dan 4 September 2019 kondusif.

Untuk memastikan kondisi keamanan kondusif, Wiranto mengaku berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN yang saat ini berada di Papua.

"Tadi saya sudah koordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri dan Kabin. Saya tanya, saya minta, kalau dicabut (pembatasan akses internet) bagaimana?" kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam.

Dia mengatakan berdasarkan informasi Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN, belakangan hoaks sudah berkurang, hasutan hampir tidak ada, kondisi di daerah sudah stabil.

Ilustrasi jaringan internet. (unsplash/ Thomas Jensen)
Ilustrasi jaringan internet. (unsplash/ Thomas Jensen)

 

Namun berdasarkan prediksi keamanan, dia mengatakan pemerintah masih membutuhkan waktu untuk memastikan hal tersebut dua hari ke depan.

"Memang tone sudah positif, kondisi daerah sudah stabil. Tapi dari analisis dan prediksi keamanan kita masih mohon waktu sebentar saja. Sekarang kan tanggal 3, kalau tanggal lima masih kondusif kita buka kembali internet," ujar Wiranto.

Dia mengatakan pembatasan akses internet hanya dilakukan sebagian dan sementara. Masyarakat di Papua dan Papua Barat masih bisa mengirimkan pesan singkat SMS dan WhatsApp.

Pembatasan itu, kata dia, merupakan reaksi dari satu kondisi yang membahayakan keamanan nasional, karena banyaknya pihak yang ikut menggunakan kesempatan untuk mengacaukan keadaan dengan internet khususnya media sosial.

"Waktu saya masih kapten, dapat kabar dari Papua lama. Kalau sekarang hitungan detik informasi sudah sampai ke publik. Kemarin banyak hoaks, hasutan, tune negatif, sehingga menambah kacau keadaan. Maka sesuai undang-undang, kami memohon maaf sebagian daerah internet kita lemotkan dulu," tutup Wiranto.

Apakah nanti blokir internet di Papua akan benar dicabut pada 5 September 2019? (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Terkait

Terkini