Minggu, 22 September 2019

DJ Belanda dan Indonesia akan Berkolaborasi, Yuk Hadiri EHDE di Yogyakarta!

EHDE akan menjadi ajang dimana dua kebudayaan, Indonesia dan Belanda, bertemu serta berinteraksi.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Poster acara Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta. (Instagram/ erasmushuis_jakarta)

Hitekno.com - Warga dan wisatawan di Yogyakarta akan kehadiran acara seru yang bernama Erasmus Huis Dance Event (EHDE). Acara ini akan diadakan di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto, pada tanggal 31 Agustus 2019, mulai pukul 19.00 WIB.

Eksi Ayuningtyas, GM Grand Mercure menjelaskan bahwa mereka selaku hotel bintang lima akan menyajikan yang terbaik untuk memfasilitasi kolaborasi DJ Belanda dan DJ Indonesia di acara ini.

Acara Erasmus Huis Dance Event tepatnya diadakan pada Piazza Open Theatre lantai 8 di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto.

Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda di Indonesia, menghadirkan Erasmus Huis Dance Event (EHDE) untuk mengkolaborasikan seni antara Belanda dan Indonesia.

Acara yang gratis untuk semua umur ini menghadirkan DJ Thomas Newson dari Belanda, DJ Innerlight dan Dino dari Yogyakarta, serta dipadukan teknologi ilusi optik video mapping dari JVMP (Yogyakarta Video Mapping Project).

DJ Thomas Newson (tengah bertopi dan berbaju hitam) sudah tiba di Yogyakarta. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
DJ Thomas Newson (tengah bertopi dan berbaju hitam) sudah tiba di Yogyakarta. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)

 

Ari Wulu, perwakilan dari JVMP menjelaskan bahwa dua bangunan berbentuk gunungan pewayangan yang terletak di Piazza Open Theatre akan dimanfaatkan untuk media ilusi optik.

Gunungan yang biasanya berfungsi sebagai awalan dan akhiran dalam cerita pewayangan akan sangat menarik apabila dimainkan dengan teknologi ilusi optik.

Joyce Nijssen, Manajer Erasmus Huis menjelaskan bahwa mereka memilih Yogyakarta karena kota ini mempunyai nilai budaya yang tinggi dan memiliki banyak penonton yang antusias.

"Sejauh yang kami tahu, hingga saat ini, masih belum banyak dari mereka (DJ Belanda) yang mengadakan konser di Yogyakarta. Kami menyadari bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat hidup dengan penonton yang bersemangat. Maka dari itu, kami mengundang salah satu DJ, yaitu Thomas Newson, untuk berkolaborasi dengan Innerlight, Dino dan Jogjakarta Video Mapping Project. Acara ini akan menjadi ajang dimana dua kebudayaan, Indonesia dan Belanda, bertemu dan berinteraksi," kata Joyce Nijssen dalam konferensi pers yang diadakan hari ini (30/08/2019).

DJ Thomas Newson. (Instagram/ thomasnewson)
DJ Thomas Newson. (Instagram/ thomasnewson)

 

Erasmus Huis dengan bangga menjelaskan bahwa Thomas Newson menduduki urutan 37 dari 100 besar DJ terbaik dunia.

Thomas Newson DJ muda kelahiran tahun 1994 ini membuat pergerakan yang berarti di komunitas dance music.

Dengan dukungan dari pendahulunya, diantara lain seperti Hardwell (DJ nomor 1 di Dunia – 2013 & 2014), Avicii, Tiësto (DJ nomor 1 Dunia, 2002 – 2004), Sunnery James & Ryan Marciano dan Afrojack, ia adalah DJ yang berkualitas.

Salah satu penampilan JVMP di Yogyakarta saat menggunakan teknologi ilusi optik. (Guideku/ Aditya Prasanda)
Salah satu penampilan JVMP di Yogyakarta saat menggunakan teknologi ilusi optik. (Guideku/ Aditya Prasanda)

 

Tak diragukan lagi Newson mempunyai potensi untuk menjadi penerus generasi DJ berkualitas di Belanda sehingga sangat menarik apabila ia berkolaborasi dengan DJ asal Indonesia.

Erasmus Huis Dance Event (EHDE) yang menghadirkan kolaborasi DJ Belanda dan DJ Indonesia serta JVMP adalah acara yang bebas dipungut biaya sehingga penonton hanya perlu mendaftar melalui www.ehde.nl.

Terkait

Terkini