Sabtu, 28 November 2020

Kepala BKPM: Empat Unicorn Indonesia Diklaim Singapura

Ini penjelasan kepala BKPM kenapa ini bisa terjadi.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Kepala BKPM Thomas Lembong memaparkan realisasi investasi 2017. [Dok BKPM]
Kepala BKPM Thomas Lembong memaparkan realisasi investasi 2017. [Dok BKPM]

Hitekno.com - Pasti tidak asing dengan perusahaan startup ternama Indonesia yang sudah dilabeli sebagai unicorn. Namun ternyata, empat unicorn Indonesia diklaim oleh Singapura.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menjelaskan alasan mengapa empat unicorn Indonesia diklaim menjadi milik Singapura berdasarkan riset Google dan Temasek tentang pertumbuhan ekonomi digital di negara kawasan Asia Tenggara.

"Kalau kita lihat riset oleh Google dan Temasek yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN, empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka (Singapura). Saya kaget juga, di laporan itu ada tabel tentang unicorn di mana Indonesia nol, tapi di Singapura ada empat," katanya di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut Tom, sapaan akrabnya, empat unicorn Indonesia yakni Go-Jek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia, memang menerima pendanaan lewat Singapura karena induk perusahaan itu terdapat di Negeri Singa.

"Faktanya empat unicorn kita induknya memang di Singapura semua. Uang yang masuk ke empat unicorn kita masuknya lewat Singapura semua. Dan seringkali masuknya bukan dalam bentuk investasi, tapi oleh induknya unicorn di Singapura langsung bayar ke vendor atau supplier di Indonesia," lanjut kepala BKPM .

Tom mengakui ada kebingungan karena para unicorm kerap mengumumkan soal investasi dan perolehan pendanaan tetapi nilainya tidak masuk dalam arus modal perusahaan yang tercatat di Indonesia.

Investasi yang diumumkan tersebut, lanjut Tom, masuk dalam bentuk investasi ke induk unicorn di Singapura, baru kemudian masuk ke Indonesia dalam bentuk pembayaran langsung seperti ke sejumlah vendor perusahaan iklan atau sewa kantor.

Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan). [Dok BKPM]
Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan). [Dok BKPM]

 

"Masuk berbentuk investasi ke Singapura, ke induknya. Dari induknya, langsung dibayar ke perusahaan Indonesia seperti vendor, perusahaan iklan, sewa kantor, dan perusahaan leasing, misalnya, untuk membantu mitra ojeknya sewa sepeda motor atau mobil. Itu seringkali arus modal masuknya berbentuk pembayaran langsung oleh induk unicorn kepada vendor di Indonesia," kata kepala BKPM menjelaskan struktur permodalan unicorn itu. 

Itulah penjelasan kepala BKPM kenapa empat unicorn Indonesia diklaim Singapura. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Terkait

Terkini