Kamis, 18 Juli 2019

Tahun 2018, Pengguna Aktif Twitter Indonesia di Atas Rata-rata Global

Pada setiap kuartal di Tahun 2018, pengguna Twitter Indonesia terus meningkat.

Dinar Surya Oktarini
cover_caption
Ilustrasi Twitter. (unsplash/Marten Bjork)

Hitekno.com - Media sosial Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan sepanjang tahun 2018 lalu, kabar menggembirakan tersebut merupakan jumlah pengguna harian platform mikroblog tersebut naik di atas angka rata-rata global.

Dwi Ardiansah, selaku Country Industry Head Twitter Indonesia and Malaysia ''Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Twitter di Indonesia,'' ungkapnya saat memberikan pemaparannya di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurut data internal Twitter pada kuartal pertama 2018, pengguna Twitter Indonesia tumbuh 11 persen, sementara angka global hanya 10 persen. Pada kuartal kedua, pengguna Indonesia tumbuh 31 persen, sedangkan pertumbuhan global hanya 11 persen.

Kemudian pada kuartal ketiga, Twitter Indonesia mencatat pertumbuhan pengguna aktif harian sebanyak 33 persen, naik tajam dibandingkan dengan pertumbuhan global yang hanya 9 persen.

Puncaknya pada kuartal keempat 2018, rata-rata pertumbuhan pengguna Indonesia sebesar 41 persen, sedangkan pertumbuhan global tetap 9 persen.

Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Free-Photos)

 

Dilansir dari laman Suara.com, meski demikian Twitter mendapatkan keluhan dari para pengguna bahwa platform tersebut kurang nyaman digunakan karena banyak perdebatan dan pembicaraan yang tidak relevan. Temuan tersebut, menurut Dwi, bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan secara global.

"Perhatian kami ke kualitas konten pada 2018. Kami bekerja sama dengan penerbit berita terpercaya dan memastikan mereka bisa mendistribusikan konten secara tepat ke pengguna," kata Dwi.

Tidak hanya memperbaiki kualitas konten, Twitter juga berusaha menjangkau pengguna di luar kota-kota besar dengan menghadirkan aplikasi ringan Twitter Lite, yang ditujukan untuk para pengguna ponsel kelas menengah ke bawah dan koneksi Internet yang lambat.

"Kami fokus ke produk," kata Dwi menambahkan.

Media sosial Twitter juga mencatat pertumbuhan konsumsi video di Indonesia mencapai lebih dari 150 persen. (Suara.com/Liberty Jemadu)

Terkait

Terkini