Selasa, 26 Mei 2020
Galih Priatmojo | Amelia Prisilia : Sabtu, 13 Oktober 2018 | 19:15 WIB

Hitekno.com - Pada Kamis (11/10/2018), gempa bermagnitudo 6,4 menimpa di Situbondo, Jawa Timur. Gempa di 61 km timur laut Situbondo ini langsung diinfokan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui akun Twitter resminya @infoBMKG.

Mencoba sebisanya untuk menyampaikan info gempa dengan cepat, ternyata BMKG masih juga menerima protes dari netizen.

Salah satu komentar kocak disampaikan oleh akun @Anikawan1. Ia meminta agar admin dapat memberikan info jauh sebelum gempa terjadi.

''Bisa gak sie min ngasi peringatannya itu jauh2 sblum terjadi. biar bisa antisipasi, keknya fungsi BMKG d negara lain itu gitu, bukan ngabarin sedetik sblum kejadian'' tulis @Anikawan1 dengan polosnya.

Cuitan polos @Anikawan1 ini lalu dibalas oleh @Andikasatria046 dengan sedikit kesal.

''Gempa itu gak ada yang bisa memprediksi mbak. Mbak nya tau dari negara mana deh?'' komentar @Andikasatria046.

Tidak berhenti dan masih ngeyel, akun @Anikawan1 membalas lagi komentar @Andikasatria046 ini.

BMKG. (twitter/infoTwitwor)

 

Menurutnya, ada alat yang jika dipasang dengan benar dapat memberikan info ke daratan dengan cepat. Bukan memberikan update setelah kejadian berlangsung.

Sudah mulai emosi, akun dengan nama Andika Satria ini menjelaskan jika gempa itu tidak memiliki alat pendeteksi. Sejauh ini, hanya baru ada alat pendeteksi tsunami, bukan gempa.

Lebih lanjut, akun @Andikasatria046 menjelaskan jika alat yang ada itu hanya mampu memprediksi tsunami dan untuk mengetahui apakah setelah terjadinya gempa apakah disusul oleh tsunami atau tidak.

''Karena alat deteksi gempa harus masuk ke inti bumi dan itu belum ada. Jepang pun masih belum ada'' tulis @Andikasatria046.

Masih nggak nyambung, kedua netizen ini terus berdebat mengenai alat pendeteksi gempa dan tsunami.

BMKG. (twitter/infoTwitwor)

 

Di tengah perdebatan hangat keduanya, akun BMKG kemudian ikut membalas komentar @Anikawan 1 ini.

''Waduduh, kalau mimin @infoBMKG dianggap salah padahal sudah kasih informasi gempa Situbondo M 6.4 dalam waktu 4 menit (sekian), terus #BMKG kudu piye?'' tulis @infoBMKG.

BMKG. (twitter/infoBMKG)

 

Setelah berdebat serius, percakapan keduanya lalu diunggah di akun @InfoTwitwor. Akun ini juga mengungkapkan jika @Anikawan1 langsung menutup akunya.

BMKG. (twitter/infoTwitwor)

 

Netizen lalu meninggalkan berbagai komentar terkait perdebatan serius keduanya.

''Setelah membaca ini, aku sadar betapa pentingnya menuntut ilmu serta mengkonsumsi makan makanan bergizi dan minum vitamin yang mengandung minyak ikan cod'' tulis @DimasSaputra_AS.

''Yaa masih mending @infoBMKG sih... Masih mau ngasih kabar mbak... Daripada diem2 taunya malah jadian sm yg lain ....'' komentar @BWiryana.

''Saya tidak bisa memprediksi hati dia. Kadang saya dianggap spesial, kadang juga seakan nggak penting. Tolong ya BMKG, alatnya bisa saya pasang dimana? Apa diginjalnya? Kalo ada aba-aba kan enak.'' cuit akun @dariseoulok.

Sejak diunggah di akun @InfoTwitwor, cuitan mengenai protes polos netizen yang berujung debat panas mengenai alat pendeteksi gempa BMKG ini sudah mendaapt lebih dari 10.000 retweets dan 3.000 balasan.