Jum'at, 22 Januari 2021

Sistem Identifikasi Wajah Buatan Microsoft Semakin Canggih

Face recognition semakin banyak digunakan karena cara penggunaannya yang lebih mudah dari fingerprint dengan tingkat keamanan yang lebih baik. Saat ini, Microsoft sedang mengembangkan teknologi face recognition buatannya agar semakin pintar.

Dinar Surya Oktarini | Praba Mustika
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Face Recognition/slaterzurz.com
Ilustrasi Face Recognition/slaterzurz.com

Hitekno.com - Teknologi identifikasi wajah atau face recognition semakin banyak ditemukan pada smartphone atau beberapa laptop dengan sistem operasi Microsoft Windows. Selain sebagai kemanan juga sebagai pengganti password untuk mengoperasikan perangkat.

Face recognition semakin banyak digunakan karena cara penggunaannya yang lebih mudah dari fingerprint dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

Ilustrasi Fingerprint/bleepingcomputer.com
Ilustrasi Fingerprint/bleepingcomputer.com

Tapi bukan berarti teknologi tersebut bebas dari masalah. Salah satu masalah yang cukup banyak terjadi adalah sulit mengenali perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan kulit hitam.

Masalah ini muncul karena database yang tidak cukup beragam. Dan Microsoft pun membenahi sistem identifikasi wajah buatannya agar bisa bekerja lebih akurat serta membuat beberapa perubahan untuk meningkatkan akurasi face recognition buatan mereka.

Yang pertama, Microsoft melatih data dan menggunakannya untuk menguji dan mengevaluasi setiap jaringan syaraf untuk melihat bagaimana kinerjanya.

Perubahan berikutnya yang dilakukan Microsoft adalah mulai mengumpulkan data baru guna membangun pelatihan data yang lebih luas namun fokusnya adalah memastikan mesin cukup memahami perbedaan umur, warna kulit dan jenis kelamin.

Dan yang terakhir pengolahan klasifikasi gambar ditingkatkan performanya agar lebih detail dalam memindai wajah.

Ilustrasi Face Unlock/greenbot.com
Ilustrasi Face Unlock/greenbot.com

Tiga perbaikan tadi membuat Microsoft mengklaim teknologi face recognition buatan mereka bisa menurunkan tingkat kesalahan jenis kelamin dan warna kulit hingga 20 kali lipat.

Terkait

Terkini