Senin, 26 Agustus 2019

Teror Ikan Arapaima, Predator dari Sungai Amazon di Jawa Timur

Ikan Arapaima juga adalah ikan air tawar paling besar di dunia dan bisa tumbuh hingga 3 meter dengan berat mencapai 200 kg.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
cover_caption
Ikan Arapaima di Indonesia/Riska Darmawanti

Hitekno.com - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan pelepasan beberapa ekor ikan jenis Arapaima gigas di Sungai Brantas, Jawa Timur.

Ikan predator yang memangsa ikan-ikan lainnya ini hidup di perairan sungai Amazon, Amerika Serikat.

Sungguh aneh jika hewan ini bisa tiba-tiba "nyasar" ke perairan Indonesia.

Habitat asli ikan ini ada di perairan tropis Amerika Selatan.

Banyak yang mengkhawatirkan jika ikan ini malah akan memangsa ikan asli dari perairan Indonesia.

Ikan Arapaima juga adalah ikan air tawar paling besar di dunia dan bisa tumbuh hingga 3 meter dengan berat mencapai 200 kg.

Pelepasan ikan Arapaima ini menjadi heboh ketika video yang menunjukkan beberapa orang sedang melepas 2 ekor ikan Arapaima ke sungai Brantas.

 

A post shared by Agoez Bandz (@agoez_bandz) on

Pemilik ikan predator yang berinisial HG ini diketahui memiliki kolam di Desa Canggu, Jetis, Mojokerto, yang digunakan untuk membesarkan ikan ini.

Dari rumah HG di Canggu, ditemukan 4 ekor ikan Arapaima dan 18 ekor lainnya ditemukan dirumah Hg di Desa Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut kabar yang beredar, ikan ini telah dilepas sebanyak 70 ekor.

Padahal ikan ini termasuk kategori ikan yang dilarang masuk ke Indonesia dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 mengenai larangan pemasukan jenis ikan berbahaya dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.

Meski sudah mendapat larangan dari pemerintah, ikan ini dijual di forum jual-beli Kaskus.

Ikan Aripaima dengan berat 10 gram ini dijual dengan harga Rp 902.500.

Jual-Beli Ikan Arapaima/Kaskus
Jual-Beli Ikan Arapaima/Kaskus

Memang sejak dilepas ke Sungai Brantas, ikan ini menjadi buruan para pencari ikan di Mojokerto.

Berdasarkan pengakuan seorang pemburu ikan ini, mereka menangkapnya dengan menggunakan setrum.

Sejauh ini, kasus ikan Aripaima ini sudah ditangani oleh pihak berwajib.

Semoga ikan predator ini segera kembali ke daerah asalnya.

Terkait

Terkini