Rabu, 01 April 2020

Menyusul Brian Acton, Jan Koum Pendiri WhatsApp Mundur

Jan Koum, CEO perusahaan aplikasi messaging terbesar dunia WhatsApp mengumumkan pengunduran dirinya.

Rendy Adrikni Sadikin | Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Jan Koum/CNBC
Jan Koum/CNBC

Hitekno.com - CEO perusahaan aplikasi messaging terbesar dunia WhatsApp mengumumkan pengunduran dirinya.

Jan Koum CEO WhatsApp berkata bahwa rencana lengsernya ini dikarenakan adanya pertikaian antara dirinya dengan induk perusahaan WhatsApp yakni Facebook.

Pria Kelahiran Ukraina ini tak setuju dengan strategi Facebook soal WhatsApp dan upaya mereka menggunakan data pribadi pengguna WhatsApp serta melemahkan keamanannya.

Jan Koum menuliskan perasaannya di akun Facebooknya.

"Sudah hampir satu dekade sejak brian dan aku mulai whatsapp, dan itu adalah perjalanan yang luar biasa dengan beberapa orang terbaik. Tapi sekarang saatnya bagiku untuk melanjutkan hidup. Saya telah diberkati untuk bekerja dengan tim yang sangat kecil dan melihat bagaimana dapat menghasilkan aplikasi yang digunakan oleh begitu banyak orang di seluruh dunia."

Pendiri WhatsApp ini mengatakan sangat bahagia dapat bekerja dengan orang-orang terbaik.

Lanjut Jan Koum pada status Facbooknya, "Aku akan pergi pada saat orang menggunakan whatsapp dengan cara lebih dari yang bisa kubayangkan. Tim lebih kuat dari sebelumnya dan itu akan terus melakukan hal-hal yang luar biasa. Aku mengambil beberapa waktu untuk melakukan hal-hal yang saya nikmati di luar teknologi, seperti mengumpulkan mobil langka berpendingin udara, bekerja di mobil saya dan bermain frisbee ultimate."

Di akhir statusnya ia berterima kasih kepada semua orang yang telah membuat perjalanan ini mungkin.

Status Jan Koum di Facebook dikomentari langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg.


Sumber foto: Wccftech

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, berkomentar di postingan Koum dan menyatakan rasa terima kasihnya. "Aku akan merindukan bekerja erat denganmu," tulis Zuck.

Facebook saat ini sedang bertarung dengan regulator Uni Eropa terkait rencana menggunakan data user WhatsApp, termasuk nomor ponsel, untuk mengembangkan produk dan iklan.

Namun, rencana itu tertunda meskipun WhatsApp menyatakan ingin maju terus.

Jan Koum mendirikan WhatsApp bersama Acton pada tahun 2009.

Facebook kemudian membelinya pada tahun 2014 senilai US$19 miliar.

Rekan Jan Koum sendiri, Acton lebih dulu mengundurkan diri akhir tahun lalu.

Diketahui Acton bergabung dengan layanan messaging bernama Signal yang digadang bakal jadi pesaing WhatsApp.

Hitekno.com/Dinar Surya Oktarini

Terkait

Terkini