Minggu, 12 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini : Senin, 01 Juni 2020 | 20:00 WIB

Hitekno.com - Salah satu turnamen Fortnite, FNCS Invitational yang memperebutkan total hadiah 2 juta dolar AS ini berakhir dengan buruk untu zona Asia. 

Pasalnya, juara Fortnite Asia FNCS Invitational asal Jepang dengan akun 'Sekosama' terbukti melakukan kecurangan karena bekerjasama dengan musuh di partai puncak.

Seperti biasa, panitia penyelenggara melakukan review pertandingan setelah kompetisi berakhir. Tak disangka, mereka mendapati kecurangan yang dilakukan oleh Sekosama.

Beberapa pemain dalam pertandingan puncak terlihat mengumpulkan beberapa item di sebuah tempat tersembunyi yang nantinya digunakan Sekosama untuk mempersenjatai diri dan membabat habis musuh-musuhnya.

Selain itu, beberapa pemain kedapatan dengan sengaja 'menyetorkan' nyawanya kepada Sekosama agar ia bisa mengumpulkan banyak poin dengan lebih cepat. Kejadian ini berulang selama 12 kali pada partai final.

Epic Games selaku penyelenggara dan pembuat Fortnite pun menilainya sebagai bentuk kecurangan karena berkomplotan dengan pemain lainnya. Padahal, Fortnite Asia FNCS Invitational adalah turnamen untuk mode solo player.

FNCS Invitational. [Twitter]

Hal ini tentu bertentangan dengan poin 8.2.2 dari aturan FNCS yang menyebutkan bahwa pemain tidak diperkenankan bekerjasama untuk menipu atau menipu pemain lain selama pertandingan dalam bentuk apa pun.

Akibatnya, dilansir laman Dexerto, Senin (1/6/2020), gelar juara dan uang hadiah yang didapat Sekosama diambil kembali, plus mendapatkan 'bonus' berupa skorsing untuk akun Fortnite miliknya selama 14 hari.

Menanggapi hal ini, Sekosama melakukan banding dan menyatakan bahwa dirinya menang atas hasil usahanya sendiri. Namun, Epic Games tak bergeming dan tetap menegakkan keadilan.

Karena kecurangan ini, gelar juara Fortnite Asia FNCS Invitational milik Sekosama dicopot dan dialihkan kepada Magu yang sebelumnya berada di urutan kedua.(Suara.com/Tivan Rahmat)

BACA SELANJUTNYA

Main Fortnite di Arena Mode, Bocah 9 Tahun Nangis Kena Banned 1.500 Hari