Jum'at, 29 Mei 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Minggu, 26 April 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Dua minggu terakhir, pengguna akun Nintendo mulai ramai membicarakan di berbagai forum bahwa akun mereka telah diretas oleh hacker atau orang yang tidak bertanggung jawab. Karena isu tersebut makin besar, Nintendo angkat bicara dan meminta maaf atas ketidaknyaman yang terjadi.

Cukup mengagetkan, pada press release yang dikeluarkan oleh Nintendo, mereka mengakui bahwa kemungkinan lebih dari 150 ribu akun Nintendo telah diretas oleh pihak ketiga.

Perusahaan telah menonaktifkan kemampuan untuk masuk ke Nintendo Account menggunakan Nintendo Network ID (NNID) setelah mereka menemukan bahwa kemungkinan 160 ribu akun Nintendo telah diretas oleh pihak ketiga.

Nintendo mengatakan bahwa ID dan informasi password pada NNID telah "diperoleh secara ilegal dengan cara lain selain layanan kami".

Mereka mengingatkan bahwa nama panggilan, tanggal lahir, negara atau wilayah, dan jenis kelamin yang terkait dengan NNID dan Nintendo Account yang telah dibobol pihak ketiga bisa terungkap atau tersebar.

Nintendo Switch (kanan) dan Nintendo Switch Lite (kiri). [Nintendo]

 

Sebelumnya, sejumlah pemilik akun Nintendo mengaku menerima email yang mengatakan akun mereka diakses oleh alamat IP dari negara lain.

Serangan hacker ini menargetkan akun Switch dan akun Nintendo pengguna pada umumnya.

Salah satu pemilik akun Nintendo mengaku bahwa ketika akunnya diretas ia kehilangan uang hingga ratusan dolar.

Selain itu, kejadian yang sering dialami pemilik akun Nintendo adalah para hacker membeli mata uang V-Buck yang biasanya digunakan untuk transaksi di game Fortnite.

Transaksi di atas bisa dilakukan melalui akun kartu kredit dan akun PayPal yang terhubung langsung dengan akun Nintendo tersebut.

Dikutip dari Polygon, dalam rilis resmi Nintendo pada tanggal 24 April 2020, Nintendo segera mengirimkan notifikasi ke semua pengguna agar mereka mengubah ulang password mereka.

Nintendo Switch. (Nintendo)

 

Pada kasus akun yang dibobol oleh hacker, jika pemilik akun menggunakan kata sandi yang sama untuk akun NNID dan Nintendo Account dengan kartu kredit terdaftar/PayPal, maka pihak ketiga bisa menggunakannya secara ilegal di My Nintendo Store atau Nintendo eShop.

"Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan kekhawatiran kepada pelanggan kami dan pihak terkait. Di masa depan, kami akan melakukan upaya lebih lanjut untuk memperkuat keamanan dan memastikan keselamatan sehingga peristiwa serupa tidak terjadi," kata Nintendo dalam keterangan resminya.

Perusahaan merekomendasikan untuk mengaktifkan two-factor authentication (2FA) akun Nintendo, dan menggunakan kata sandi terpisah untuk login NNID dan Nintendo Account agar mencegah serangan dari hacker.

Anda ingin mendapatkan info berita menarik?