Minggu, 27 September 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 30 Desember 2019 | 13:00 WIB

Hitekno.com - Acara Free Fire eSports Competition Piala Mas Gibran yang digelar pada 28-29 Desember 2019 di Diamond Convention Center Solo berlangsung sangat sengit dan meriah. Ratusan tim yang terdiri dari tim profesional atau bahkan tim amatir saling bertarung untuk memperebutkan trofi juaranya.

Bagi yang belum tahu, Piala Mas Gibran akan mempunyai hadiah sebuah mobil Ayla dengan total Prize Pool sebanyak Rp 200 juta.

Bagi peserta dan pengunjung yang beruntung, mereka juga bisa mendapatkan hadiah berupa give away paket umrah dan paket liburan ke Dubai.

Pada acara pembukaannya, Gibran Rakabuming menjelaskan bahwa acara ini merupakan kompetisi penutup bagi perlombaan Free Fire di Solo, Jawa Tengah.

Sebuah mobil Ayla disiapkan sebagai hadiah utama. (HiTekno.com/ Rezza Racmanta)

 

Gibran juga menambahkan bahwa kompetisi Piala Mas Gibran bertujuan untuk mencari talenta muda di Solo yang mempunyai bakat di bidang eSports.

Gibran mengatakan bahwa dengan adanya acara Piala Mas Gibran, dirinya berharap agar para orangtua tidak memandang remeh anak-anaknya yang terjun di bidang eSports.

Piala Mas Gibran diharapkan dapat menjadi ajang penyalur kreatifitas para anak muda yang tertarik di bidang eSports.

Wijaya Nugroho selaku Esport Manajer Garena Indonesia menjelaskan bahwa acara ini merupakan kerja sama antara Gibran dan juga pihak Garena Indonesia serta beberapa sponsor utama lainnya.

Momen final Piala Mas Gibran. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Pihaknya dengan Gibran telah kenal selama 2 tahun terakhir dan mereka bersama-sama berkomitmen untuk memajukan eSport di Indonesia.

Nugroho menambahkan bahwa acara ini diikuti oleh 288 tim dengan total mencapai 1440 peserta (belum termasuk pelatih dan pemain cadangan lainnya).

Pada babak kualifikasi, ratusan tim akan bertarung dengan sistem Bo2 (Best of Two).

Sementara pada babak semifinal, 48 tim akan yang terbagi menjadi 4 POT akan bertarung dalam sistem Bo3 (Best of Three).

Gibran saat menyerahkan hadiah pada Evos Esport di Piala Mas Gibran. (YouTube/ Kaesang)

 

Selanjutnya di babak penentuan, akan diambil 12 tim terbaik di mana mereka akan bermain dalam sistem Bo5 (Best of Five).

Dalam peraturannya, satu kali Booyah (tim yang bertahan sampai akhir) maka tim berhak mendapatkan 300 poin dan satu kali kill mendapatkan 20 poin.

EVOS Esports bermain sangat baik dari babak semifinal hingga babak penentuan.

Gagal mendapatkan Booyah di game pertama babak final, EVOS Esports bermain cukup menawan dengan memperoleh Booyah di game kedua serta total kill sebanyak 13 kali.

Rosugo Academy, tim asli dari Solo menyabet juara tiga di Piala Mas Gibran. (YouTube/ Kaesang)

 

Tim lokal dari Solo, Rosugo Esport menarik perhatian karena cukup mengimbangi permainan dari tim profesional lainnya.

EVOS Esports berhasil menjadi juara pertama di Piala Mas Gibran dengan total skor mencapai 1820 poin.

Sementara Star8 Esports dan Rosugo Academy menyabet juara kedua dan ketiga dengan skor masing-masing 1190 poin dan 945 poin.

Deretan tim yang berhasil masuk dalam posisi 12 besar adalah EVOS Esports, Star8 Esports, Rosugo Academy, WAW MVM, Dranix AOW, Louvre Esports, Rosugo Alone, Alter Ego Zet, Unforgiven, Rosugo Esports, R-TNT Wake Up, dan Team Bro.

Star8 Esports meraih juara kedua Piala Mas Gibran. (YouTube/ Kaesang)

 

Juara pertama akan memperoleh hadiah utama berupa mobil, sementara juara dua hingga peringkat 12 mendapatkan total hadiah senilai Rp 50 juta.

Seperti tujuan awalnya, tampaknya Piala Mas Gibran berhasil mendapatkan talenta muda dari Solo untuk masuk dalam deretan juara karena Rosugo merupakan tim dari Solo.

Gibran saat menyerahkan give away wisata ke Dubai kepada salah satu pengunjung di Piala Mas Gibran. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Sementara tim besar yang masuk dalam 12 besar merupakan tim dari Jakarta dan Surabaya. Selain itu, terdapat juga tim dari Yogyakarta dan Sragen yang ikut masuk dalam jajaran 12 besar.

Gibran menjelaskan bahwa Piala Mas Gibran akan menjadi kompetisi penutup Free Fire di Solo, namun ia menjelaskan masih ada kompetisi yang mengusung game lain di tahun depan.

BACA SELANJUTNYA

Move On dari PUBG, Gamer India Pindah ke Free Fire Hingga Call of Duty