Minggu, 27 September 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 10 Desember 2019 | 16:13 WIB

Hitekno.com - Fight the Traitors Together, sebuah game baru yang telah resmi diluncurkan membuat heboh. Pasalnya game ini diduga sebagai propaganda anti demonstran Hong Kong.

Media pro-pemerintah China, Global Times telah resmi mengumumkan peluncurkan game Fight the Traitors Together ini.

Disebutkan kalau pemain bisa melakukan penyerangan pada karakter di game tersebut dengan menampar hingga melempar telur busuk hingga tertangkap.

"Gamer online ini dapat melampiaskan kemarahan pemain kepada pelaku separatis selama kerusuhan Hong Kong baru-baru ini" tulis Global Times.

"Hong Kong adalah bagian dari China dan ini tidak dapat diintervensi oleh kekuatan luar," tulis dalam cover game Fight the Traitors Together.

Global Times melaporkan kalau game ini memungkinkan pemain untuk melawan para demonstran Hong Kong yang dianggap penghianat.

Game baru ini juga memasuk beberapa tokoh penting dalam pergerakan dan demonstran Hong Kong sebagai para penghianat.

Fight the Traitors Together. (South China Morning Post).

 

Aktivis ternama seperti Joshua Wong dan Nathan Law menjadi sasaran serangan para pemain game baru tersebut.

Lalu ada nama Martin Lee, Jimmy Lai, Anson Chan, hingga diplomat AS, Julie Eadeh dijadikan karakter dan sasaran game baru tersebut.

Karena itulah game baru Fight the Traitors Together ini disebut-sebut sebagai game propaganda China untuk melawan demonstran Hong Kong.

Diwartakan Abacusnews, game Fight the Traitors Together dihadirkan dalam wujud web-base yang bisa diakses lewat desktop maupun mobile.

Namun menurut penelusuran tim HiTekno.com, game baru ini hanya bisa diakses di China saja. Belum diketahui akses global untuk memainkannya.

Karakter Martin Lee dalam game Fight the Traitors Together. (Abacusnews)

 

Meski terlihat dengan desain karakter ala kartun dan penuh warna, ternyata gameplay game baru ini cukuplah brutal.

Pemain dapat menyerang demonstran Hong Kong dengan kejamnya. Terutama untuk para tokoh-tokoh yang mereka anggap pengghianat.

Sayangnya tidak ada informasi keterlibtan pemerintah China pada penggarapan game Fight the Traitors Together. Namun karena disebar luaskan media pro-pemeritah, maka disebut-sebut game propaganda China.

Fight the Traitors Together disebut game propaganda China. (Global Times)

 

Tentu saja game ini jadi sorotan berbagai macam media internasional. Termasuk sorotan di kalangan gamer, hingga menganggapnya sebagai game propaganda China.

Itulah game baru Fight the Traitors Together, yang telah dirilis China. Apakah banar ini game propaganda China untuk melawan demonstran Hong Kong?

BACA SELANJUTNYA

Black Myth: Wukong Bagikan Detail Baru, 15 Jam Gameplay dan 100 Tipe Musuh