Jum'at, 22 November 2019

Heboh Anak Alami Gangguan Saraf Akibat Main Game, Ini Fakta Sebenarnya

Pihak Puskesmas Dukun mengeluarkan pernyataan resmi menyangkal kabar yang heboh beredar di media sosial.

Agung Pratnyawan
cover_caption
Ilustrasi bermain game. (HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini)

Hitekno.com - Sempat viral di media sosial sebuah video menampilkan seorang anak remaja Magelang mengalami gangguan saraf yang disebut karena kecanduan main game online.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut, remaja ini mengalami kejang-kejang di tangan dan beberapa bagian tubuhnya.

Anak remaja yang tengah duduk tersebut diketahui sedang menunggu pemeriksaan medis. Disebutkan berlokasikan di Puskesmas Dukun, Magelang, Jawa Tengah.

Lalu dalam video tersebut terdengar suara seorang perempuan menanyakan ekanapa remaja Magelang tersebut. Lalu berlanjut pada pembicaraan kecanduan main game Mobile Legends.

Sejak 22 Agustus 2019, video ini kemudian ramai viral di media sosial dengan narasi kena gangguan saraf karena main game.

Namun ternyata narasi yang mengiringi video tersebut tidaklah benar. Pihak medis tidak mengeluarkan diagnosis yang menyebutkan remaja Magelang ini kecanduan main game.

Pihak Puskesmas Dukun pun menerbitkan surat pernyataan terkait kabar yang banyak beredar terkait video anak remaja yang mengalami gangguan saraf ini.

Hoaks remaja Magelang kecanduan main game. (Cekfakta.com)
Hoaks remaja Magelang kecanduan main game. (Cekfakta.com)

 

Dalam surat pernyataanya, dr. Didik Guntur Saputra selaku Kepala Puskesmas Dukun menyatakan pihak dokter Puskesmas tidak mengetahui perihal perekaman video tersebut.

Menurut Cekfakta.com, video yang viral di media sosial ini direkam tanpa sepengetahuan pihak Puskesmas maupun keluarga anak tersebut.

Pihak Puskesmas juga tidak pernah mengeluarkan rujukan dengan diagnosa akibat kecanduan game online seperti yang viral di media sosial.

Namun dalam surat pernyataan ini tidak menyebutkan apa yang dialami remaja Magelang tersebut mengalami gangguan saraf, tidak disebutkan karena kecanduan main game.

Kepala Puskemas Dukun juga meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran video tersebut. Karena video ini dianggap berpengaruh pada psikis anak tersebut.

Klarifikasi Puskesmas Dukun soal bocah kecanduan main game. (Cekfakta.com)
Klarifikasi Puskesmas Dukun soal bocah kecanduan main game. (Cekfakta.com)

 

Itulah penjelasan Puskesmas Dukun yang menyebutkan kalau mereka tidak mengeluarkan diagnosa remaja Magelang tersebut mengalami gangguan saraf karena kecanduan main game.

Terkait

Terkini