Rabu, 23 Oktober 2019

Namanya Terseret di Kasus Pornografi Anak, Ini Lima Fakta Game Online Hago

Game online Hago dihantam isu tak sedap setelah pelaku pornografi anak menyalahgunakan aplikasinya.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Ilustrasi game Hago. (Play Store)

Hitekno.com - Game online Hago diketahui telah terseret namanya dalam kasus pornografi anak. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI merespons tindakan pornografi anak yang dilakukan melalui aplikasi game online Hago dan melakukan koordinasi dengan perusahaan game tersebut.

Dilansir dari Suara.com, sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku berinisial AAP (27).

Pelaku tersebut ditangkap atas tindak pidana pornografi anak dengan menyalahgunakan aplikasi game online.

Ia menjalankan dan memulai aksinya menggunakan aplikasi game online Hago.

Terdapat 10 anak yang menjadi korban tindakan pornografi oleh AAP.

Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah mendaftarkan diri sebagai pemain di akun Hago.

Ia kemudian memilih targetnya dari kalangan anak-anak perempuan usia di bawah 15 tahun.

Mendadak heboh, berikut lima fakta game online populer Hago:

1. Game online dengan pertumbuhan signifikan.

Fitur di game Hago. (Play Store)
Fitur di game Hago. (Play Store)

 

Game online Hago dirilis pada 23 Maret 2018 dan langsung menunjukkan pertumbuhan yang siginifikan dalam kurun waktu setahun.

Setelah perilisan, game online tersebut langsung diiklankan secara masif dengan iming-iming hadiah fantastis.

Promosi di atas berjalan cukup manjur karena saat ini, game online Hago telah diunduh lebih dari 100 juta kali.

Bahkan, Hago berhasil menduduki status game dengan peringkat #1 Top Grossing di Google Play Store.

2. Berhadiah miliaran

Catch Hago Monster, [Hago]
Catch Hago Monster, [Hago]

 

Game dengan slogan "Main Game, Cari Teman" ini sangat ekspansif di awal peluncurannya.

Salah satu game interaktif dalam aplikasi Hago, Catch Hago Monster, mengiming-imingi hadiah miliaran rupiah dalam kompetisi awalnya.

Kontes Catch Hago Monster yang diselenggarakan pada 4-12 November 2018 membuat pemainnya mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah seperti smartphone, bingkisan menarik, serta hadiah lainnya yang diklaim hingga miliaran rupiah.

3. Diiklankan dan diikuti oleh banyak artis dan selebgram.

Catch Hago Monster dimainkan oleh para artis. [Suara.com/ Hago]
Catch Hago Monster dimainkan oleh para artis. [Suara.com/ Hago]

 

Sangat ekspansif, game online Hago dipromosikan oleh publik figur terkenal sehingga menarik perhatian.

Beberapa wajah terkenal yang terlihat memainkan permainan ini, seperti Ria Ricis (@riaricis1795), Salshabila (@salshabillaadr), Jessica Iskandar (@inijedar), Syahnaz (@syahnazs), dan sejumlah figur ternama lainnya.

Salah satu gamer terkenal di Instagram, Afif Yulistian (@apiipp), juga ikut mengenalkan fitur-fitur game online Hago, terutama Catch Hago Monster yang berbasis teknologi AR.

4. Indonesia menjadi pasar penting Hago.

Fitur di game Hago. (Play Store)
Fitur di game Hago. (Play Store)

 

Menurut riset, Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 60 juta pemain game mobile.

Jumlah tersebut dipercaya akan terus bertumbuh mencapai 100 juta pemain pada tahun 2019-2020.

Pihak Hago sendiri melalui perwakilannya, Cyra Capanzana (Hago Regional Business Development) SEA mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis bagi pengembangan game milik mereka.

"Indonesia adalah pasar yang sangat strategis bagi kami. Dengan menargetkan populasi urban yang bertumbuh pesat, besarnya potensi industri gaming serta basis pengguna kami yang besar, game ini membawa pengalaman gaming yang imersif dengan teknologi augmented reality yang menyenangkan dan mudah dimainkan", ujar Cyra melalui keterangan resminya.

5. Mulai dibatasi fiturnya.

Hago meluncurkan game Lipstick Challenge. [Hago]
Hago meluncurkan game Lipstick Challenge. [Hago]

 

Memasuki kuartal kedua tahun 2019, Hago dihantam isu tak sedap.

Laporan orang tua korban terkait kasus pornografi anak pada 26 Juni 2019 membuat nama Hago ikut tersorot.

Berkat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), beberapa fitur terkait dengan pembagian nomor ponsel akan dibatasi.

Sebelumnya, pelaku kasus pornorafi anak, AAP, mendekati korban dan meminta nomor ponsel untuk kemudian melakukan video call melalui aplikasi WhatsApp.

Kini, ketika pengguna Hago ada yang meminta nomor HP atau pengiriman foto, maka secara otomatis Hago menggagalkannya.

Terkait

Terkini