Rabu, 19 Juni 2019

PUBG Dilarang di China, Game Penggantinya Kok Absurd Gini?

Game pengganti PUBG benar-benar terlihat absurd.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
cover_caption
Map Salju PUBG Bernama Vikendi. (Steam Community)

Hitekno.com - China terkenal sebagai negara yang mempunyai peraturan yang sangat ketat, termasuk pada game yang boleh dimainkan. Setelah game yang menampilkan efek darah seperti PUBG dilarang di China, game penggantinya justru dianggap sebagai lelucon.

Pada 10 April 2019, China resmi memberlakukan peraturan yang ketat pada game yang boleh dimainkan di negara tersebut.

Game seperti Mahjong dan Poker tak lagi diizinkan di China setelah pemerintah khawatir itu akan menjadi sarana perjudian ilegal.

Sementara itu, game bertema sejarah termasuk ''gongdou'' atau skema harem dalam perebutan takhta kerajaan juga dilarang.

Pemerintah China khawatir tentang konten cabul dan risiko metafora politik yang diselipkan di dalam game.

Game of Peace menggunakan gameplay yang hampir sama dengan PUBG. (YouTube/ Gaming Mobile)
Game of Peace menggunakan gameplay yang hampir sama dengan PUBG. (YouTube/ Gaming Mobile)

 

Game yang berisi gambar mayat dan juga darah juga ditolak.

Developer sebelumnya memodifikasi warna darah menjadi warna hijau untuk menghindari aturan.

Namun pedoman yang baru secara efektif menyingkirkan variasi warna darah.

Pemerintah China khawatir game-game tersebut akan mempromosikan kekerasan atau menyimpang dari ideologi negara.

Aturan di atas berseberangan dengan game PUBG, sehingga sejak aturan itu diterapkan, game PUBG resmi ditutup di China.

Karakter yang mati akan mengeluarkan efek warna selain merah dan melambaikan tangan setelah mati. (YouTube/ Gaming Mobile)
Karakter yang mati akan mengeluarkan efek warna selain merah dan melambaikan tangan setelah mati. (YouTube/ Gaming Mobile)

 

Akhirnya Tencent mengakalinya dengan cara mengganti PUBG ke dalam game lain.

Mereka menggantinya dengan Game for Peace, sebuah game dengan cara bermain sama seperti PUBG namun dengan efek yang berbeda.

Dikutip dari Futurism, banyak orang yang dikabarkan kecewa bahkan langsung tertawa setelah memainkan Game for Peace.

Puluhan juta gamer PUBG di China diketahui terpaksa harus berpindah ke Game for Peace setelah PUBG ditutup.

Banyak pengguna Weibo yang menganggap ini merupakan propaganda lelucon yang dituangkan di dalam game.

''Saya akan mati karena tertawa setelah memainkannya,'' kata salah satu pengguna Weibo.

''Ketika kamu menembak orang, mereka tidak berdarah dan orang mati bangkit kembali lalu melambaikan tangan,'' tambah pengguna Weibo yang lain.

Meski game pengganti PUBG dianggap lelucon, sepertinya itu merupakan pilihan terbaik mengingat pemerintah China aturannya tak dapat diganggu gugat.

Terkait

Terkini